20 Upacara Adat Jawa Barat

Upacara adat jawa barat

Upacara Adat Jawa Barat – Sebelum ini saya pernah menulis artikel tentang upacara adat jawa tengah. Untuk kali ini saya masih akan mengulas tentang keanekaragaman budaya Pulau Jawa. Namun pada artikel ini saya akan fokus membahas tentang upacara adat Jawa Barat.

Kekayaan budaya Indonesia sudah sewajarnya harus mendapatkan perhatian khusus untuk melestarikannya dari pihak manapun, termasuk kita. 

Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu pelestarian kebudayaan Indonesia? Ya, salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan mempelajari materi kebudayaan Indonesia.

Dalam hal ini kita akan belajar secara serius tentang upacara adat Jawa Barat. Dengan cara ini kita berharap dapat membantu menjaga kelestarian salah satu kebudayaan Indonesia.

Nama Upacara Adat Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat memiliki kekayaan yang berupa upacara adat. Nah kali ini saya akan menyebutkan terlebih dahulu beberapa nama upacara adat Jawa Barat.

Sebenarnya upacara adat Jawa Barat sangat banyak dan beragam, bahkan mungkin mencapai 50 an macam. Namun kali ini saya hanya akan memberikan 20 nama upacara adat Jawa Barat.

Bagian pertama adalah Sepitan/Khitanan, Tingkepan/Tujuh Bulanan, Upacara Pernikahan, Tembumi, dan Nenjrag Bumi.

Bagian kedua adalah Pesta Laut, Ngalaksa, Ruwatan Bumi, Ngalungsur Pusaka, dan Ngunjung/Munjung.

Kemudian upacara adat Jawa Timur bagian ketiga adalah Ekah, Nurunkeun, Cukuran, Turun Taneuh, dan Gusaran.

Selanjutnya, bagian terakhir adalah Bubur Syura, Ngirab/Rebo Wekasan, Nyalawean, Seren Taun, dan Ngarot.

Saya akan mengulas macam-macam upacara adat Jawa Timur tersebut pada bab berikut ini. SImak terus ya.

Upacara Adat Jawa Barat

Sebagai bangsa Indonesia yang mengaku cinta tanah air, tentu kita harus ikut berkontribusi untuk menjaga kelestarian kebudayaannya.

Pada kasus ini, saya akan membahas secara khusus tentang upacara adat Jawa Barat. Pelajari dan pahami setiap adat Jawa Barat sebagai bentuk kontribusi kita dalam mencintai tanah air Indonesia.

Cekidot!

1. Upacara Sepitan / Khitanan

Upacara Sepitan / Khitanan
google

Pelaksanaan upacara khitanan hanya khusus untuk anak laki-laki berdasarkan kepercayaan Islam. Tujuannya adalah untuk membersihkan alat vital laki-laki dari najis dan kotoran. Menurut keyakinan umat Islam, khitan adalah sunnah yang bersifat wajib.

Adapun upacara sepitan adalah membersihkan sedikit bagian pada area kemaluan anak perempuan ketika masih bayi.

Kebanyakan acara Khitanan dilakukan ketika anak berusia 6 tahun dengan mengundang mantri atau dokter. Dalam acara ini biasanya melibatkan masyarakat dari kerabat dan tetangga dekat rumah untuk turut menyaksikan.

2. Acara Tingkepan / Tujuh Bulanan

Acara Tingkepan / Tujuh Bulan
google

Selanjutnya, contoh upacara adat tradisional Jawa Barat adalah Tingkepan. Pelaksanaan kebiasaan adat ini adalah ketika seorang ibu sedang mengandung bayi tujuh bulan.

Kata Tingkepan berasal dari kata Tingkeb yang memiliki arti tertutup. Maksudnya adalah bahwa seorang ibu tidak boleh tidur bersama suaminya selama 40 hari pasca persalinan agar si ibu mengurangi porsi kerjanya.

Pada acara ini paniti akan mengadakan pengajian dan menyiapkan peralatan untuk memandikan ibu hamil serta rujak kanistren yang terdiri dari 7 macam buah untuk upacara ini.

Ketika pelaksanan acara ini, 7 orang keluarga dekat akan memandikan si ibu dengan air bunga 7 rupa. Pada guyuran terakhir mereka memasukkan seekor belut sampai mengenai perut ibu hamil tersebut.

Menurut informasi, tujuan dari upacara adat ini adalah untuk memohon kebaikan bagi si bayi dalam kandungan dan si ibu yang hendak melahirkan.

3. Tradisi Adat dalam Pernikahan Jawa Barat

Tradisi Adat dalam Pernikahan Jawa Barat
google

Terdapat beberapa upacara dalam prosesi adat pernikahan, yaitu upacara pra akad nikah dan pasca akad nikah. Upacara sebelum akad nikah adalah Neundeun Omong, Ngalamar, Seserahan, dan Ngeuyeuk Seureuh.

Adapun beberapa upacara setelah akad nikah adalah Mumunjungan, Sawer, Nincak Endog, Buka pintu, dan Huap Lingkung.

Neundeun Omong adalah kunjungan orang tua pengantin pria kepada orang tua pengantin wanita untuk bersilaturahmi dan memberi pesan bahwa si pria akan melamar si perempuan.

Kemudian Ngalamar adalah kunjungan orang tua pengantin pria untuk meminang perempuan dan membahas rencana pernikahan mereka.

Adapun Seserahan adalah proses menyerahkan pria calon pengantin kepada calon mertuanya untuk menikahi si perempuan. 

4. Upacara Adat Tembuni Jawa Barat

Upacara Adat Tembuni Jawa Barat
google

Pengertian Tembuni adalah upacara adat suku Sunda yang bertujuan untuk memelihara placenta bayi atau ari-ari. Mengapa harus demikian? Ya, karena mereka memperlakukan placenta sang bayi dengan sebaik-baiknya.

Mereka memlihara placenta bayi ini dengan memasukkannya ke dalam kain putih dengan garam, gula merah, dan asam untuk dikubur di wilayah pekarangan rumah si ibu hamil.

Menurut mereka, tujuan tujuan dari upacara Tembuni ini adalah supaya si anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak yang bahagia tanpa kemalangan apapun dalam kehidupannya.

5. Adat Nenjrag Bumi 

Adat Nenjrag Bumi 
google

Nenjrag Bumi adalah upacara tradisional khas Sunda, khususnya adalah warga Kota Bandung. Menurut keyakinan mereka, tradisi ini ditujukan kepada anak bayi agar tidak menjadi ketakutan atau gampang kaget.

Warga Bandung melakukan tradisi ini dengan cara meletakkan anak bayi di atas lantai berbahan bambu terbelah, kemudian lantai bambu tersebut diinjak sebanyak 7 (tujuh) kali.

Kegiatan tersebut merupakan sebuah terapi untuk sang bayi agar tidak mudah kaget dan tidak menjadi sosok penakut.

6. Upacara Adat Pesta Laut Jawa Barat

Upacara Adat Pesta Laut Jawa Barat
google

Upacara pesta bahari menjadi ikon bagi warga provinsi Jawa Barat. Daerah yang paling banyak merayakan acara ini adalah Pangandaran, Ciamis, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dan daerah-daerah pesisir lainnya.

Cara melakukan upacara ini adalah, perahu-perahu nelayan mengangkut sesajen berhias aksesoris warna-warni untuk memanjakan setiap penontonnya.

Mereka juga membawa kepala kerbau berbungkus kain putih sebagai persembahan dan melemparkannya ke bahari sebagai simbol hadiah kepada penguasa lautan.

Biasanya tradisi ini ada setiap setahun sekali ini dengan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur dan memohon keselamatan saat melaut.

7. Tradisi Ruwatan Bumi

Tradisi Ruwatan Bumi
google

Masyarakat Kabupaten Subang biasanya melaksanakan upacara Ruwatan Bumi ini setiap bulan Februari. Nama atau istilah lain untuk Ruwatan ini adalah Ngaruwat.

Menurut beberapa masyarakat upacara Ngaruwat memiliki beberapa manfaat, yaitu untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan mensejahterakan kehidupan pertanian.

Pada pelaksanan upacara ini terdapat pertunjukan kesenian gemyung saat malam hari. Lalu pagi harinya, masyarakat mengarak Dewi Sri ke makam leluhur dengan iringan kuda kosong, sesepuh, membawa parupuyan, panteret buah kelapa dan sambil menyanyi beluk.

Menurut beberapa pihak, upacara ini mereka lakukan dengan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur, tolak bala, silaturahmi masyarakat, dan penghormatan kepada leluhur.

8. Upacara Adat Ngalaksa Jawa Barat

Upacara Adat Ngalaksa Jawa Barat
google

Kegiatan adat provinsi Jawa Barat berikutnya adalah Ngalaksa. Tradisi Ngalaksa banyak kita jumpai di daerah Ranca Kalong, Sumedang.

Prosesi adatnya, upacara ini digelar dengan membawa padi ke lumbung dengan memakai rengkong (bambu panjang berlubang buat membawa beras).

Untuk pemilihan waktu pelaksanaan, Ngalaksa mereka lakukan pada bulan Juni sebanyak satu kali dalam setahun.

Terdapat satu hal unik pada upacara ini, yaitu bunyi musik yang memiliki ritme sama dengan orang sedang berjalan. Hal ini sangat terlihat pada rengkong yang bergoyang-goyang.

Adapun tujuan upacara ngalaksa ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan panen hasil usaha masyarakat.

9. Tradisi Ngunjung / Munjung

Tradisi Ngunjung / Munjung
google

Ngunjung (Munjung) berasal dari kata Kunjung, yaitu mengunjungi dan berdoa di makam leluhur atau orang tua sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setempat.

Upacara ngunjung/munjung termasuk upacara adat provinsi Jawa Barat yang biasanya dilakukan oleh masyarakat daerah Indramayu, Cirebon, dan sekitarnya.

Lokasi upacara adat ini biasanya berada di makam leluhur dan tokoh agama yang mereka segani dan percayai punya nilai keramat.

Tujuan dari upacara Ngunjung ini adalah untuk melestarikan budaya dan memohon keselamatan. Upacara ini biasanya menampilkan kesenian khas, seperti wayang kulit dan kesenian sandiwara.

Pada upacara adat Ngunjung ini masyarakat pada umumnya berbondong-bondong membawa nasi tumpeng dan makanan tradisional lainnya sebagai wujud kepedulian.

10. Upacara Adat Ngalungsur Pusaka

Upacara Adat Ngalungsur Pusaka
google

Kita dapat menjumpai upacara Ngalungsur Pusaka ini di daerah Garut. Tradisi adat ini dipimpin oleh seorang juru kunci atau kuncen yang merupakan bukti bahwa mereka masih melestarikan dan melaksanakan tradisi leluhurnya.

Selain itu, mereka pasti juga akan mensosialisasikan keberadaan benda-benda pusaka peninggalan Sunan Rohmat Suci.

Pada kebiasaan tradisional ini, peserta upacara yang hadir dapat menyaksikan proses pencucian benda-benda pusaka tersebut.

Benda-benda pusaka tersebut merupakan sebuah simbol konduite dan perjuangan Sunan Rohmat Kudus dalam memperjuangkan Islam ketika beliau hidup.

11. Tradisi Ekahan di Jawa Barat

Tradisi Ekahan di Jawa Barat
google

Ekahan ialah adat khas Sunda yang mereka laksanakan usai kelahiran bayi pada usia 7 hari, 14 hari atau 21 hari. Pada hari ini orang tua wajib menyembelih kambing untuk menebus jiwa sang bayi dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jika anaknya perempuan (wanita) maka kambingnya harus ada 1 ekor. Sedangkan apabila anaknya laki-laki maka kambingnya harus ada 2 ekor.

Tujuan dari Ekahan adalah untuk mensucikan jiwa dan bathin sang bayi lahir sekaligus sebagai tanda bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia pemberian keturunan. 

12. Tradisi Cukuran 

Tradisi Cukuran 
google

Selanjutnya adalah tradisi cukuran. Acara pada tradisi ini adalah pencukuran rambut bayi ketika dia sudah berusia 40 hari.

Dalam pelaksanaan tradisi Cukuran biasanya para tamu undangan melakukan puji-pujian kepada Allah. Bersamaan dengan itu, mereka akan mencukur rambut sang bayi sedikti demi sedikit.

Orang yang ikut serta mencukur rambut si bayi adalah pihak keluarga, sanak famili terdekat, dan sebagian tetangga rumah yang dekat.

13. Tradisi Nurunkeun di Jawa Barat

Tradisi Nurunkeun di Jawa Barat
google

Nurunkeun merupakan upacara tradisional khas Sunda yang ditujukan kepada sang bayi. Masuarakat Sunda mengajak bayi yang barusan lahir untuk keluar rumah dan mengenal lingkungan sekitar.

Pelaksanaan upacara Nurunkeun ini adalah pada hari ketujuh pasca bayi lahir.

Pada prosesi upacara Nurunkeun ini, setelah sang bayi keluar halaman rumah, pihak keluarga membuat pohon dan melatakkan beberapa mainan di atasnya. Nanti, anak-anak kecil akan berebut untuk mendapatkan mainan-mainan tersebut.

14. Upacara Turun Teneuh

Upacara Turun Teneuh
google

Turun Taneuh merupakan upacara yang dilakukan kepada sang bayi oleh pihak keluarga ketika sang bayi akan menginjakkan tanah untuk pertama kalinya.

Setelah bayi menginjakkan tanah untuk yang pertama kalinya, maka kemudian mereka akan melakukan sebuah prosesi berupa sang bayi memilih aneka pemberian orang tuanya, seperti padi, emas, dan uang.

Menurut mitos yang beredar, barang yang diambil oleh sang bayi itulah jalan hidup yang nantinya akan dia jalani selama hidupnya.

Sebagai contoh misalnya, jika sang bayi mengambil uang maka sang bayi akan mudah dalam proses mencari rejeki dalam kehidupannya kelak.

15. Kebiasaan Gusaran Masyarakat Jawa Barat

Kebiasaan Gusaran Masyarakat Jawa Barat
google

Tradisi Gusaran merupakan upacara tradisional Jawa Barat yang ditujukan kepada anak perempuan dengan cara meratakan gigi anak perempuan tersebut dengan alat khusus.

Dalam upacara Gusaran ini si anak wanita juga akan dilubangi telinganya untuk pemakaian anting-anting pada daun telinganya.

Tujuan dari tradisi ini untuk mempercantik diri sang anak perempuan ketika beranjak dewasa.

16. Tradisi Bubur Asyura

Tradisi Bubur Asyura
google

Bubur Asyura yang ada merupakan salah satu upacara adat Jawa Barat ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hari Asyura, atau hari peringatan wafatnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam peristiwa di Karbala.

Warga yang melakukan tradisi ini adalah warga daerah Cilacap. Mereka mengaitkan kebiasaan ini dengan peristiwa Nabi Nuh.

Akan tetapi belakangan dalam tradisi ini mereka mengaitkan dengan Dewi Kesuburan, yaitu Nyi Pohaci Sanghyang Sri.

Tempat pelaksanaan upacara ini di luar rumah salah seorang warga yang mereka percaya dapat melaksanakan upacara.

17. Tradisi Nyalawean

Tradisi Nyalawean
google

Tradisi Nyalawean merupakan kebiasaan adat provinsi Jawa Barat yang bersigat keagamaan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Tempat pelaksanaannya adalah alun-alun Desa Trusmi, Kabupaten Cirebon. Kebiasaan ini umumnya berlangsung memakan waktu selama 5 hari dan dilaksanakan 12 hari usai acara peringatan di Keraton Cirebon.

Ziarah ke makam leluhur juga mereka lakukan dengan berbekal kepercayaan untuk mendapatkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan rahmat.

18. Upacara Adat Ngarot di Jawa Barat

Upacara Adat Ngarot di Jawa Barat
google

Selanjutnya adalah upacara adat tradisional Jawa Barat yang bernama Ngarot. Kebiasaan Ngarot banyak diadakan oleh masyarakat daerah kabupaten Indramayu.

Mereka melaksanakan uapcara ini saat mulai musim tanam atau musim penghujan. Mereka menggelar upacara ini dengan mengadakan arak-arakan ke arah balai desa.

Kemudian apa tujuan dari upacara Ngarot ini?

Tujuan upacara Ngarot ialah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan memohon keberkahan hasil tani para petani masyarakat setempat.

19. Tradisi Seren Taun

Tradisi Seren Taun
google

Tradisi Seren Taun adalah sebuah upacara yang intinya mengangkut padi dari sawah ke lumbung dengan memakai Rengkong (pikulan khas yang terbuat dari bambu) dan diiringi tetabuhan alat musik tradisional.

Anda bisa banyak menjumpai tradisi ini di daerah Cigugur, Kuningan, dan Sirnarasa Cisolok, Sukabumi.

Tujuan tradisi Seren Taun ini sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena keberhasilan panen dan permohonan hasil pertanian yang lebih baik pada masa panen mendatang.

Ciri khas upacara ini terletak pada prosesi laporan segala hasil tani yang sudah mereka capai untuk dinikmati para pejabat yang menghadiri upacara ini. Masyarakat setempat menamakan prosesi ini dengan sebutan Seba.

20. Ngirab / Rebo Wekasan

Ngirab / Rebo Wekasan
google

Upacara adat Jawa Barat yang terakhir ini memiliki nilai religius. Masyarakat setempat mengenal dengan nama Ngirab atau Rebo Wekasan.

Masyarakat daerah Sungai Drajat, Cirebon, sangat sering melakukan upacara ini. Kebiasaan ini ditandai dengan berziarah ke petilasan atau makam Sunan Kalijaga, yang mereka lakukan pada hari Rabu minggu terakhir bulan Shafar.

Penentuan waktu pelaksanaannya mempunyai dasar bagi masyarakat setempat. Mengapa hari Rabu? Ya, karena mereka menganggap hari Rabu sebagai hari terbaik guna melenyapkan bala dan kesialan kehidupan.

Demikian penjelasan tentang upacara adat Jawa Barat yang dapat saya bagikan kepada kalian. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan keilmuan kalian ya.

See you!

Sumber: Beberapa website kebudayaan.

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *