Rumah Adat Suku Madura

Masih tentang kebudayaan di Indonesia, kali ini saya akan membahas tentang Pulau Madura. Pulau Madura memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah rumah adat yang milik suku masyarakat setempat.

Madura terkenal juga dengan nama Pulau Garam. Julukan tersebut muncul karena Madura menjadi daerah penghasil garam terbesar.

Selain terkenal dengan julukan Pulau Garam, Madura juga sangat terkenal dengan salah satu makanan khasnya. Makanan khas Pulau Madura adalah sate madura. Menu makanan ini bahkan sudah berhasil menembus bisnis internasional. Hebat, bukan?

Yuk, kenalan dengan Pulau Madura dan seluk beluk tentang rumah adat Suku Madura!

A. Suku Madura di Pulau Madura

Suku Madura di Pulau Madura
google.com

Suku Madura adalah nama salah satu suku penghuni provinsi Jawa Timur. Mereka meempati Pulau Madura dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

Jumlah populasi suku Madura sangat banyak, bahkan termasuk terbesar ke-3 di Indonesia. Estimasi jumlah mereka berkisar lebih dari 6.800.000 orang.

Orang Madura terkenal dengan jiwa perantau. Mereka bahkan tidak hanya menghuni Jawa Timur saja, namun juga beberapa provinsi atau pulau lain seperti Kalimantan.

Wilayah pemukiman orang Madura, terdiri dari 4 kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Sebagian Suku Madura melakukan transmigrasi ke wilayah lain, terutama Kalbar dan Kalteng.

Orang Madura memiliki watak dan sifat keras sehingga mereka sedikit mengalami kendala ketika beradaptasi dengan masyarakat lingkungan barunya.

Asal-usul Suku Madura tidak banyak diketahui secara pasti. Konon, zaman dahulu mereka adalah penduduk asli Pulau Jawa yang menghindari tekanan imigran baru.

Fisik orang Madura pada umumnya adalah kulit coklat matang gelap, rambut bergelombang, dan ukuran tubuh sedang.

Orang Madura terkenal berjiwa perantau. Mereka merantau karena tanah Madura kurang subur untuk lahan pertanian.

Suku Madura memiliki gaya bicara yang blak-blakan, sifat temperamental, dan mudah tersinggung. Mereka terkenal sangat hemat dan rajin bekerja untuk mempersiapkan diri untuk menunaikan haji.

Mayoritas Suku Madura beragama Islam. Mereka adalah pribadi-pribadi muslim yang taat dan fanatik. Islam masuk ke Pulau Madura dari pulau Jawa.

Bahasa yang mereka gunakan sehari-hari adalah bahasa Madura. Namun, mereka tetap bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar meskipun dengan dialek bahasa Madura.

Beberapa dialek yang dimiliki oleh Suku Madura adalah dialek Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Kangean.

Suku Madura adalah pekerja keras. Hampir semua profesi mereka kuasai dengan baik. Berikut ini adalah contoh profesi yang ditekuni masyarakat Madura:

  1. Bertani tanaman jagung, ubi, dan beberapa jenis sayuran
  2. Menanam cengkeh dan tembakau
  3. Bertani garam
  4. Beternak sapi, kambing, dan domba
  5. Nelayan
  6. Berdagang

Baca juga: 15 Adat Istiadat Jawa Timur Paling Populer

B. Nama Rumah Adat Suku Madura (Tanean)

Nama Rumah Adat Suku Madura (Tanean)
google

Tanean Lanjhang merupakan permukiman tradisional Suku Madura. Pemukiman tersebut terdiri dari beberapa rumah yang terkumpul atas dasar kekeluargaan atau kerabat yang mengikat.

Suku Madura memiliki ciri khas, yaitu kuatnya hubungan kekerabatan diantara mereka. Ini menjadi hal yang sangat positif di mata suku-suku lain.

Rumah adat suku Madura Tanean Lanjhang banyak terinspirasi dari gambaran kehidupan sosial budaya yang mereka miliki.

Dari karakter-karakter itulah yang menyebabkan pola dari rumah adat ini memiliki beberapa keunikan yang muncul dari nilai-nilai falsafah kehidupan sosial masyarakat.

Nama ruma adat Suku Madura adalah Tanean Lanjhang. Nama tersebut memiliki arti halaman yang panjang. Ciri khas yang dimiliki oleh rumah adat Tanean Lanjhang adalah: tiap satu kompleks atau pemukiman terdiri dari 2 hingga 10 rumah.

C. Pola Rumah Adat Suku Madura – Tanean Lanjhang

Pola Rumah Adat Suku Madura - Tanean Lanjhang
google

Tanean Lanjhang ini bukan nama untuk satu rumah saja, melainkan untuk satu lingkungan yang terdiri dari beberapa rumah berjajar memanjang. Para penghuni rumah-rumah tersebut hidup bertetangga dan rukun.

Setiap satu lingkupan rumah Tanean Lanjhang biasanya terdiri dari 2 sampai 10 rumah dengan anggota keluarga masing-masing.

Rumah-rumah dalam satu lingkupan tersebut biasanya untuk beberapa masyarakat yang masih memiliki hubungan persaudaraan atau kekerabatan.

Pembangunan kompleks atau perkumpulan beberapa rumah itu biasanya mereka lakukan di daerah dekat lahan mata pencaharian penghuninya, seperti sawah, ladang, dan sungai.

Diantara setiap lahan atau sawah tersebut terdapat jalan sebagai pembatas. Selain itu, terdapat juga suatu penghalang untuk memisahkan antara lahan garapan petani dengan lingkungan rumah.

Penghalang tersebut berupa pagar yang terbuat dari tanaman hidup atau galangan (tumpukan tanah yang di tinggikan).

Kompleks rumah Tanean Lanjhang ini lengkap dengan mushola atau masjid ukuran kecil sebagai tempat untuk beribadah umat muslim. Letak bangunan mushola tersebut berada pada ujung barat diantara ujung rumah

Selain mushola, terdapat juga sumur, kandang ternak, dan halaman yang memanjang dari arah Barat ke Timur sesuai dengan rumah. Kandang ternak pada umumnya mereka bangun berhadapan dengan halaman depan seberang rumah.

Setiap satu rumah lazimnya memiliki satu kandang. Hewan yang mereka pelihara adalah kerbau, sapi, kambing, atau ayam.

Tata letak setiap rumah dalam satu kompleks ini memiliki aturan tertentu. Rumah kompleks bagian barat untuk orang yang tingkat kekerabatannya lebih tinggi, seperti kakek, kakak dari ayah atau ibu, dan tetua.

Adapun rumah-rumah bagian timur dari kompleks ini untuk orang-orang yang tingkat posisi kekerabatannya lebih rendah.

Pembangunan sistem seperti itu memiliki dampak positif dan negatif. Dampak posifitnya adalah ikatan antar kerabat akan menjadi semakin erat seperti keluarga.

Adapun dampak negatifnya adalah meneybabkan kerenggangan antar kelompok karena letak kompleks yang menyebar dan terpisah.

D. Material Bangunan Rumah Adat Suku Madura

Material Bangunan Rumah Adat Suku Madura
google

Selanjutnya saya akan membahas tentang material. Bahan-bahan material yang digunakan oleh Suku Madura dalam membangun rumah adat mereka adalah bahan-bahan alami. Mereka memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Madura.

Namun pada zaman sekarang, jika ada yang membangun rumah adat Tanean Lanjhang maka pasti akan mengombinasikan antara bahan-bahan tradisional dan modern.

Setidaknya ada 3 bagian rumah adat ini yang perlu kita bahas, yaitu bagian lantai, dinding, dan atap.

1. Bagian Lantai

Pada bagian lantai biasanya menggunakan bahan tanah. Namun ketika zaman semakin berkembang, sebagian membangun bagian lantai dengan plesteran semen biasa.

Sebagian orang Suku Madura yang memliki harta berlebih biasanya akan menghias bagian lantai tersebut dengan keramik.

Ukuran tinggi lantai tersebut sesuai dengan tanah sekeliling rumah untuk mengntisipasi agar air hujan tidak naik ke permukaan lantai rumah ketika sedang hujan.

2. Bagian Dinding

Dinding dan kerangka rumah dari rumah adat suku Madura terbuat dari kayu yang sudah mereka bentuk dahulu sebelum dipasang.

Bagian kerangka dindingnya berupa kayu-kayu balok. Sedangkan dindingnya menggunakan papan. Adapun untuk kerangka atap, bahan yang digunakan adalah bambu kering yand dipotong-potong kecil memanjang.

3. Bagian Atap

Selanjutnya adalah atap rumah. Atap rumah adat suku Madura biasanya menggunakan genting tanah dan mereka tutupi dengan daun alang-alang atau daun nipah.

Atap rumah adat suku Madura memiliki beberapa opsi desain yang terkenal. Berikut ini adalah tiga opsinya.

  1. Desain Pacenan. Pada desain ini terdapat hiasan berupa ekor atau tanduk pada bagian bubungannya.
  2. Jadrih. Desain atap ini memiliki dua bubungan.
  3. Trompesan. Desain pada atap ini biasanya terbagi menjadi tiga patahan.

Di mana kita dapat menjumpai rumah adat Tanean Lanjhang ini? Rumah adat suku Madura yang terkenal dengan Tanean Lajhang ini banyak kita temukan di pemukiman masyarakat pelosok.

Mereka menjunjung tinggi tali kekerabatan mereka dengan cara menjaga lambang-lambang di bangunan rumah adat ini.

E. Komponen Penyusun Rumah Adat Suku Madura

Komponen Penyusun Rumah Adat Suku Madura
google.co

Rumah adat suku Madura Tanean Lanjhang memiliki beberapa komponen utama. Komponen-komponen tersebut adalah:

  1. Halaman atau Tanean
  2. Rumah Utama Tanean Lanjhang
  3. Langgar/Mushola Tanean Lanjhang
  4. Dapur Adat Tanean Lanjhang
  5. Kandang Adat Tanean Lanjhang

Setiap komponen dari rumah adat suku Madura ini memiliki fungsi dan ketentuan masing-masing. Apa saja fungsi dan ketentuannya? Yuk, dapatkan jawabannya pada ulasan berikut!

1. Halaman/Tanean

Halaman pada rumah adat suku Madura memiliki bentuk persegi panjang yang membujur dari arah timur ke arah barat. Ukuran panjangnya adalah 9 meter.

Tempat ini memiliki beberapa fungsi dan kegunaan, yaitu:

  1. Sebagai tempat bermain untuk anak-anak masyarakat suku Madura
  2. Tempat untuk menjemur hasil pertanian ketika musim panen
  3. Sebagai tempat pelaksanaan acara keluarga seperti tahlilan, khitanan dan pernikahan.

2. Rumah Utama Tanean Lanjhang

Rumah utama dalam rumah adat Suku Madura memiliki bentuk persegi panjang dan memanjang ke arah samping dengan ukuran lebar 6,6 meter dan panjang 11 meter.

Ukuran tersebut tidak menjadi patokan dalam pembangunan rumah adat ini. Ukuran lebar dan panjangnya bisa sesuai dengan keinginan peghuninya.

Rumah utama ini mereka manfaatkan untuk bertempat tinggal. Adapun acara-acara adat Madura mereka lakukan pada tempat yang lain.

3. Langgar/Musholla Tanean Lanjhang

Berikutnya adalah langgar atau lebih familiar dengan sebutan musholla. Pembangunan langgar ini menunjukkan bahwa masyarakat Madura adalah masyarakat yang sangat menghormati agama Islam.

Bentuk bangunan langgar ini adalah persegi panjang dan memanjang ke belakang. Ukuran standarnya sekitar 23,1.

Biasanya dalam langgar tersebut terdapat alat perlengkapan untuk ibadah sholat seperti sajadah, mukena, dan tikar.

Langgar rumah adat suku Madura ini mereka bangun menghadap ke arah kiblat. Letaknya berada di ujung Barat.

4. Dapur Adat Tanean Lanjhang

Kehidupan sebuah rumah tidak bisa terlepas dari dapur. Dapur dalam rumah adat suku Madura ini memiliki ukuran lebar 3,8 meter dan panjang 6,6 meter.

Meskipun ukuran dapur tersebut sudah ditentukan, namun tidak menjadi patokan. Ukuran dapur adat ini bisa sesuai dengan keinginan penghuni rumah adat suku Madura.

Dapur rumah adat suku Madura ini berbeda dengan dapur rumah pada umunya. Dapur rumah adat ini terpisah dari bangunan rumah utama.

Selain itu, satu ruangan dapur digunakan oleh beberapa anggota keluarga penghuni rumah adat Tanean Lanjhang.

5. Kandang Adat Tanean Lanjhang

Suku Madura biasanya membangun kandang adat dalam rumah adat mereka. Bentuk dari kandang adat ini adalah persegi panjang.

Ukuran standar kandang tersebut adalah 6,6 x 5,9 m. Kegunaannya adalah untuk menyimpan binatang ternak mereka.

F. Susunan Rumah Adat Suku Madura 

Susunan Rumah Adat Suku Madura 
google.go.id

Rumah adat Madura dibangun dengan konsep susunan rumah berdasarkan hierarki keluarga. Konsep inilah yang membuat ikatan kekeluargaan Suku Madura menjadi sangat erat.

Meskipun demikian, namun ada sedikit sisi negatif, yaitu hubungan antar kelompok menjadi renggang. Penyebabnya adalah karena jarak antara satu pemukinan rumah adat dengan pemukiman yang lain relatif jauh.

Hal tersebut menjadikan perputaran ekonomi dan lahan matapencahariannya hanya berpusat pada satu daerah pemukiman.

Sebagai catatan, urutan rumah adat Suku Madura dari barat ke timur menunjukkan kelompok rumah yang tersusun sesuai hierarki keluarga, dari yang tua sampai yang muda.

Dalam satu pemukiman rumah adat Tanean Lanjhang ini lengkap dengan bangunan halaman, rumah utama, musholla, kandang, dan dapur adat.

G. Proses Terbentuknya Pemukiman Rumah Adat Suku Madura

Proses Terbentuknya Pemukiman Rumah Adat Suku Madura
google

Pemukiman rumah adat Suku Madura ini melalui satu proses yang panjang. Tahap pertama adalah pembangunan rumah induk yang terkenal dengan nama tonghuh.

Tonghuh merupakan rumah hunian para leluhur dalam suatu keluarga.

Dalam adat Suku Madura, orang tua harus berusaha membangun sebuah rumah untuk anaknya yang sudah berkeluarga, terutama untuk anak perempuan.

Kepala keluarga yang berusai paling tua dalam satu lingkungan rumah Tanean Lanjheng disebut sebagai kepala somah.

Kepala somah tersebut bertempat tinggal di tonghuh. Bangunan rumah tersebut memiliki hiasan berupa 2 jengger ayam yang berhadapan seperti batu nisan.

Apabila susunan rumah adat ini sudah terlalu panjang, maka susunan rumah akan mereka bangun berhadapan.

Urutannya tetap dari ujung barat ke timur. Adapun posisi tonghuh tetap berada pada posisi ujung barat setelah bangunan musholla.

H. Fakta Menarik dan Keunikan Rumah Adat Suku Madura

Fakta Menarik dan Keunikan Rumah Adat Suku Madura
google

Rumah adat bernama Tanean Lanjhang merupakan pemukiman bagi masyarakat Pulau Madura. Letak beberapa rumah adat ini terkumpul dalam satu lingkungan.

Pada pemukiman rumah adat ini terdapat satu rumah induk. Rumah ini memiliki tanda berupa hiasan 2 jengger ayam di bagian atap dengan posisi berhadapan.

Terdapat filosofi pada hiasan 2 jengger ayam tersebut, yaitu untuk mengingatkan penghuni rumah tentang kematian yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk hidup.

Selain itu, dalam rumah adat Tanean Lanjhang ini terdapat beberapa keunikan. Apa saja keunikan rumah adat Suku Madura ini? Yuk temukan jawabannya di ulasan berikut!

1. Keunikan dari Segi Bagian-Bagian Rumah

Rumah adat Tanean Lanjhang hanya memiliki satu pintu di bagian depan. Tujuannya adalah untuk memudahkan pemilik rumah ketika mengontrol aktivitas keluar masuk anggota keluarganya.

Pintu utama tersebut dihiasi dengan ukiran-ukiran khas Madura yang berwarna hijau dan merah. Hiasan tersebut melambangkan perjuangan pahlawan Madura dan kesetiannya.

Selanjutnya pada bagian dinding depan terdapat gambar lukisan bunga. Gambar tesebut menggambarkan keharmonisan keluarga penghuni rumah.

Kemudian di dalam ruangan rumah terdapat 4 buah pilar penyangga (pilar pasarean) yang kokoh. Pilar-pilar tersebut terbuat dari bahan kayu jati dan terhubung antara satu pilar dengan pilar yang lain dan membentuk bujur sangkar.

2. Keunikan dari Segi Letak Ruangan di dalam Rumah

Tata letak pemukiman rumah adat Tanean Lanjhang ini sangat rapih dan teratur. Semua rumah berjejer dan satu rumah induk ditempatkan di tengah-tengah pemukiman.

Letak rumah adat ini sangat dekat dengan lahan garapan matapencaharian, sungai, dan mata air di daerah sekitarnya.

Rumah induk tersebut sebagai hunian para sesepuh yang terkenal dengan julukan kepala somah. Kepala solmah adalah orang yang menentukan kebijakan-kebijakan keluarga, terutama kebijakan tentang pernikahan.

Bangunan langgar berada pada bagian ujung Barat. Sedangkan bagian utara mereka bangun untuk kelompok rumah yang tersusun berdasarkan hierarki keluarga.

Adapun bagian barat ke timur adalah rumah orang tua, anak-anak, cucu hingga cicit dari keturunan pihak keluarga wanita.

3. Fakta Rumah Adat Suku Aceh yang Dicari Para Wisatawan

Setelah mengetahui keunikan-keunikan rumah adat suku Madura ini, apakah Anda tertarik untuk mengunjungi Madura?

Banyak penduduk pribumi bahkan para turis yang ingin mengunjungi Pulau Garam ini karena melihat keunikan-keunikannya.

I. Filosofi Rumah Adat Suku Madura

Filosofi Rumah Adat Suku Madura
google

Rumah adat suku Madura memiliki banyak filosofi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Hiasan 2 Jengger Ayam

Dalam suatu pemukiman rumah adat Madura terdapat satu rumah induk yang memiliki tanda berupa hiasan 2 jengger ayam pada bagian atap.

Tanda 2 jengger ayam tersebut memiliki filosofi, yaitu untuk mengingatkan penghuni rumah pada kematian yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk hidup.

2. Ukiran di Pintu Depan

Bagian pintu pada rumah adat Madura biasanya mereka lengkapi dengan hiasan ukiran-ukiran khas Madura berwarna hijau dan merah.

Warna hijau dan merah pada ukiran tersebut merupakan lambang kesetiaan dan perjuangan para pejuang Madura.

3. Lukisan Bunga di Dinding 

Terdapat lukisan bunga pada dinding depan rumah. Lukisan bunga tersebut menggambarkan keharmonisan keluarga penghuni rumah.

Demikianlah penjelasan dan keterangan tentang rumah adat Suku Madura. Semoga dapat membantu menambah wawasan serta bermanfaat bagi kita semua.

Terimakasih.

Tinggalkan komentar