Rumah Adat DKI Jakarta

rumah adat dki jakarta

Rumah Adat DKI Jakarta – Apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika mendengar kata Jakarta? Ya, kesan dari Jakarta adalah sebuah kota megapolitan dan penuh dengan bangunan gedung-gedung tinggi. Tapi jangan salah, kita masih bisa mendapati rumah-rumah tradisional juga di Jakarta.

Mayoritas orang akan berpikir bahwa Jakarta merupakan tempat segala bentuk modernisasi. Mulai dari fasilitas transportasi, bisnis startup, istana merdeka, bahkan sampai gaya hidup yang cenderung berkiblat kepada Barat.

Namun, apabila kita mau mempelajari secara mendetail pasti pikiran kita akan terbuka lebar. Kita akan dapati bahwa Jakarta masih tetap Indonesia yang penuh dengan budaya nusantara dan tradisi pribumi.

Salah satu poin penting yang harus kita ketahui perihal jakarta adalah bahwa rumah adat DKI Jakarta ternyata masih sangat banyak tersebar di wilayah Jakarta. Tau kenapa? Yuk simak ulasan saya berikut ini sampai tuntas ya!

Nama Rumah Adat DKI Jakarta

Kita sebagai warga negara Indonesia sebangsa setanah air, wajib menjaga kelestarian kebudayaan negara Indoenesia. Namun, bagaimana caranya?

Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat kita lakukan, salah satunya adalah dengan cara mempelajari kebudayaan itu sendiri kemudian kita ajarkan.

Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang rumah adat DKI Jakarta sebagai salah satu bentuk kepedulian saya terhadap kelestarian budaya Indonesia tercinta.

Berdasarkan beberapa sumber yang saya pelajari, setidaknya terdapat 4 macam rumah adat DKI Jakarta. Apa saja nama rumah adat DKI Jakarta tersebut?

Nama 4 rumah adat DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

  1. Pertama adalah Rumah Kebaya / Rumah Bapang
  2. Kedua adalah Rumah Joglo
  3. Ketiga adalah Rumah Panggung
  4. Keempat adalah Rumah Gudang

Apa ciri-ciri rumah adat DKI Jakarta tersebut? Dan bagaimana bentuknya? Serta bagaimana keterangan tentang tiap rumah adat tersebut? Yuk baca bab berikut, saya akan membahas satu persatu ya!

Rumah Adat DKI Jakarta

Dalam website ini saya membahas banyak hal tentang rumah adat di Indonesia. Sebagai contoh saja, saya pernah membahas tentang rumah adat Manado beberapa waktu lalu. Kamu bisa cek di sini ya!

Nah, kesempatan kali ini saya akan membahas tentang rumah adat DKI Jakarta. Mengapa saya memilih membahas rumah adat DKI Jakarta? Ya, karena Jakarta adalah ibu kota negara kita, Indonesia.

Sebagaimana sudah saya sebutkan sebelum ini, DKI Jakarta memiliki setidaknya 4 macam rumah adat. Saya akan menjelaskan serta mengulas keempat rumah adat tersebut secara terperinci.

1. Rumah Adat Kebaya atau Rumah Bapang di DKI Jakarta

Rumah Adat Kebaya atau Rumah Bapang di DKI Jakarta
google

Rumah adat DKI Jakarta yang pertama adalah Rumah Kebaya atau Rumah Bapang. Rumah ini merupakan rumah adat asli Betawi yang terinspirasi dari kebaya. Bentuk pelana atap rumah ini seperti lipatan rok kebaya jika kita lihat dari sisi samping.

Ciri khas dari rumah kebaya adalah terasnya yang luas dan terdapat bangku serta meja kursi. Filosofi dari ciri khas ini adalah bahwa orang Betawi selalu terbuka dan menghargai siapa pun yang bertamu.

Rumah kebaya ini dikelilingi pagar yang memiliki filosofi tersendiri. Filosofi tersebut adalah bahwa walaupun terbuka dengan siapa pun, orang Betawi juga memiliki batasan terhadap beberapa hal yang negatif. 

Pada setiap sudut rumah kebaya terdapat banyak hiasan berupa ornamen sebagai identitas rumah adat. Bentuknya mirip seperti gigi balang dan banji. Gigi balang merupakan papan berbentuk segitiga seperti gigi belalang.

Ornamen ini merupakan simbol suku Betawi yang memegang teguh kejujuran dan kerja keras seperti belalang. Sedangkan ornamen banji memiliki bentuk tumbuh-tumbuhan, seperti bunga matahari.

Bunga matahari berarti sumber kehidupan dan terang, maka penghuni rumah memiliki pola pikir dan jiwa yang terang agar menjadi anutan bagi penghuni sekitarnya.

2. Rumah Joglo DKI Jakarta

Rumah Joglo DKI Jakarta
google

Rumah ini memiliki bentuk atap yang mirip dengan bangunan adat Jawa. Perbedaannya, rumah adat Betawi ini tidak ada tiang penyangga seperti rumah joglo yang menjadi ikon Jawa Tengah.

Rumah Joglo berbentuk bujur sangkar. Secara ruangan, rumah ini terbagi menjadi tiga ruangan, yaitu ruang depan untuk menerima tamu, ruang tengah untuk berkumpul dengan keluarga, dan belakang untuk dapur & kamar mandi. 

Jika kita ingin mencari rumah adat DKI Jakarta model Joglo ini, kamu bisa menemukan di wilayah perkotaan. Namun, seiring berjalannya waktu rumah ini sudah menyesuaikan lingkungan sekitarnya.

3. Rumah Panggung 

Rumah Panggung 
google

Selanjutnya, rumah adat DKI Jakarta yang ketiga adalah rumah panggung. Bangunan ini merupakan khas milik Suku Betawi. Uniknya, rumah ini memiliki struktur bangunan yang cukup berbeda dari rumah adat Betawi lainnya.

Rumah adat yang satu ini memiliki ciri khas, yaitu memiliki lantai yang posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah dan menggunakan tiang-tiang berbahan dasar kayu. 

Bahan atau material bangunan untuk membangun rumah adat ini kebanyakan berasal dari bahan alam. Contohnya adalah kayu sawo, kayu gowok / kayu nangka, bambu, kayu kecapi, kayu cempaka, dan kayu rumbia.

Oiya, bahan dasar membuat tiang penyangga pada rumah panggung biasanya menggunakan kayu jati. Mengapa? Karena kayu jati merupakan kayu terkuat kuat jika dibandingkan dengan jenis kayu lainnya.

Pondasi pada rumah panggung Betawi memiliki konsep umpak. Apa itu umpak? Umpak adalah batu berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 20cm x 25cm.

Konsep umpak dalam pondasi rumah adat panggung ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah kita dapatkan, seperti semen, pecahan karang, dan kerikil.

Fungsi dari umpak adalah untuk menahan beban rumah beserta semua isinya. Selain itu, umpak juga berfungsi untuk melindungi kayu dari serangga & hewan pengerat lainnya yang sering merusak kekokohan kayu penyangga.

Rumah tradisional Betawi lebih sering kita dapati di daerah pesisir Jakarta dan daerah yang masyarakatnya menggantungkan hidup dengan cara mencari ikan.

4. Rumah Gudang DKI Jakarta

Rumah Gudang DKI Jakarta
google

Sebelum ini saya sudah menjelaskan tentang rumah adat panggung bahwa jenis tersebtut banyak kita dapati di pesisir pantai. Nah, untuk yang jenis rumah gudang in ilebih banyak kita dapati di daerah pedalaman.

Untuk desainnya, rumah adat DKI Jakarta jenis Gudang ini umumnya memeiliki desain bentuk persegi panjang. Strukturnya memiliki atap yang berbentuk pelana dengan ornamen perisai dan jurai. 

Rumah adat jenis ini memiliki dua bagian rumah dengan fungsi masing-masing. Bagian depan untuk menerima tamu dan bagian tengah untuk dapur serta ruang tidur.

Ciri khas untuk rumah adat DKI Jakarta jenis ini adalah tidak memiliki bagian belakang. Mengapa? Ya, karena ruangan bagian belakang sudah menyatu dengan ruang bagian tengah.

Karakteristik Ruangan Rumah Adat DKI Jakarta

Karakteristik Ruangan Rumah Adat DKI Jakarta
google

Karakteristik rumah adat betawi / DKI Jakarta terbagi menjadi beberapa ruang dengan kegunaan dan fungsi masing-masing.

Pembagian tersebut memiliki nilai filosofi yang merupakan kepercayaan masyarakat Betawi. Berikut ini adalah beberapa karakteristik ruangan rumah adat Betawi.

1. Bagian pertama dari rumah betawi adalah teras depan. Fungsi teras depan ini adalah untuk menerima dan menghargai tamu. Biasanya terdapat kursi atau dipan berbahan kayu berkualitas, seperti jati atau bambu. Bagian rumah ini selalu bersih setiap hari sebagai bagian penghormatan bagi tamu yang akan datang.

2. Bagian berikutnya adalah paseban atau kamar khusus untuk tamu yang akan menginap. Apabila tidak sedang digunakan untuk kamar tamu, paseban berfungsi sebagai ruang beribadah.

3. Selanjutnya adalah pangkeng atau ruang keluarga yang berfungsi untuk tempat berkumpul satu keluarga.

4. Rumah adat DKI Jakarta ini memiliki ruang tidur dengan jumlah yang banyak. Terdapat kamar utama berukuran luas untuk pemilik atau kepala rumah.

5. Srondoyan atau sebutan bagi dapur yang terletak pada bagian belakang. Selain untuk memasak, dapur rumah adat ini juga merupakan ruang untuk makan.

Bagian-Bagian Rumah Adat Kebaya

Bagian-Bagian Rumah Adat Kebaya
google

Rumah kebaya memiliki beberapa ruangan seperti rumah adat lain pada umumnya. Setiap ruangan memiliki fungsi masing-masing. Berikut adalah bagian-bagian ruangan rumah adat kebaya dan fungsinya:

1. Paseban

Paseban adalah rumah adat kebaya berfungsi sebagai kamar menginap bagi para tamu.

Ketika kamu bertamu dan ingin menginap di rumah keluarga Betawi, maka mereka akan menempatkan kamu di ruangan paseban tersebut.

Jika sedang tidak ada tamu yang berkunjung, ruangan ini biasanya digunakan untuk ruang sholat bagi yang beragama islam.

2. Teras

Ciri khas dari rumah tradisional DKI Jakarta adalah memiliki teras luas. Di bagian teras ini biasanya terdapat meja dan kursi untuk bersantai dan beristirahat dengan keluarga. Teras ini juga sering digunakan untuk menerima tamu.

3. Pangkeng 

Pangkeng adalah ruangan khusus untuk keluarga ketika bersantai saat malam hari. Ruangan ini biasanya hanya untuk bersenda gurau dengan mereka. 

4. Ruang Tidur

Ruang tidur rumah adat DKI Jakarta memiliki fungsi yang tidak berbeda dengan ruang timur pada rumah adat lainnya.

Secara umum rumah kebaya memiliki 4 ruangan tidur. Biasanya pemilik rumah hanya menempati kamar yang paling besar.

5. Srondoyan

Srondoyan adalah ruangan dapur. Lokasi ruangan ini terletak pada bagian belakang rumah dan menjadi satu bagian dengan ruang makan atau bahkan menjadi satu dengan gudang.

Filosofi Rumah Adat Kebaya

Filosofi Rumah Adat Kebaya
google

Salah satu ciri khas dari rumah adat kebaya adalah memiliki teras luas disertai meja dan kursi. Hal ini memiliki nilai filosofis tersendiri.

1. Ruang teras yang luas dari rumah adat tersebut memiliki makna bahwa orang Betawi memiliki kepribadian terbuka.

2. Orang Betawi tidak membeda-bedakan siapapun yang datang untuk berkunjung atau bertamu. Semuanya tetap mereka terima dengan ramah.

Meskipun berbeda keyakinan, suku, atau ras, mereka tetap menjamu dengan perlakuan yang sama. Mereka terkenal memiliki sikap toleransi untuk menerima perbedaan keanekaragaman etnis. 

3. Pada umumnya, rumah kebaya dilengkapi pagar yang mengelilingi rumah. Hal ini memiliki makna bahwa mereka sangat terbuka, namun tetap memiliki batas. Masyarakat Betawi dapat membedakan hal yang positif dan hal negatif.

Saat ini, banyak sekali kebudayaan luar yang masuk ke negara Indonesia. Jika dibiarkan, kebudayaan Indonesia akan mudah luntur atau bahkan hilang.

Jika tidak diimbangi dengan sikap kehati-hatian, maka potensi kebudayaan Indonesia hilang akan besar. Menurut filosofi rumah adat diatas, masyarakat Betawi akan tetap menerima kebudayaan yang baik dan meninggalkan kebudayaan yang buruk.

Nah, itulah ulasan yang dapat saya sampaikan terkait rumah adat Jakarta. Semoga dapat menambah wawasan kamu dan selalu bermanfaat.

See you!

Sumber: Beberapa web budaya.

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *