[Lengkap] Lari Estafet: Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan, dan Lapangan Lari Estafet

Artikel kali ini akan membahas tema olahraga. Terdapat banyak kategori dalam dunia olahraga, salah satunya adalah kategori olahraga atletik. Pada artikel ini akan dibahas tentang lari estafet, salah satu cabang olahraga atletik. Materi pembahasannya mengenai pengertian, sejarah, teknik dasar, dan peraturan lari estafet.

Olahraga yang satu ini dilakukan secara beregu atau berkelompok. Semua pemain lari estafet harus memiliki kekompakan dan bisa bekerjama dengan baik.

Olahraga ini sudah tidak asing lagi bagi msyarakat. Pasalnya, olahraga lari estafet merupakan olahraga yang sudah tua serta sangat digemari masyarakat.

Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang bingung ketika diberi pertanyaan tentang definisi atau pengertian lari estafet.

Nah, untuk menjawabnya Anda dapat mempelajari seluk beluk lari estafet, termasuk pengertian atau definisinya.

Cekidot!

A. Pengertian dan Sejarah Lari Estafet

Pengertian dan Sejarah Lari Estafet
koropak.co.id

1. Pengertian Lari Estafet

Apa pengertian lari estafet? Sebagian masyarakat lebih mengenal dengan nama lari sambung karena olahraga ini dilakukan dengan sambung menyambung antar pemain dalam satu regu.

Adapun pengertian lari estafet adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cara memainkannya adalah secara bergantian.

Setiap regu beranggotakan empat orang pelari. Para pelari tersebut harus memindahkan tongkat dari pelari pertama sampai pelari berikutnya hingga pelari terakhir.

2. Sejarah Lari Estafet

Sebab munculnya olaraga lari estafet adalah karena terinspirasi dari kisah tiga suku bangsa. Tiga suku bangsa yang dimaksud adalah suku bangsa Aztek, suku bangsa Inka, dan suku bangsa Maya.

Disebutkan dalam sejarah bahwa pada zaman kehidupan tiga suku bangsa tersebut pernah terjadi suatu hal yang besar. Kemudian mereka merencanakan sebuah misi untuk menghadapi hal besar tersebut.

Tujuan dari misi tersebut adalah untuk menyampaikan suatu kabar penting dengan waktu singkat. Dalam menjalankan misi tersebut, mereka menggunakan teknik lari secara bersambung yang kemudian dikenal dengan nama lari estafet.

Versi lain menyebutkan bahwa sejarah awal mula lari estafet berawal dari bangsa Yunani kuno. Bangsa Yunani kuno menggunakan teknik estafet ini untuk melakukan pemujaan spiritual.

Bangsa Yunani kuno menggunakan obor sebagai benda yang diberikan kepada rekan-rekannya secara estafet atau bersambung-sambung.

Obor yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno tersebut berisi api yang mereka anggap keramat. Api yang mereka anggap keramat tersebut diteruskan secara berturut-turut ke wilayah jajahan-jajahan yang baru. Tujuan mereka tetap sama, yaitu melakukan pemujaan kepada para leluhur yang mereka percayai.

Nah, dari kisah-kisah tersebut di atas lalu muncullah olahraga atletik lari yang dikenal dengan estafet ini.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, olaraga lari estafet kemudian diikutsertakan dalam kejuaraan olimpiade. Namun pada saat itu nama lari estafet masih menggunakan nama kuno, yaitu tradisi api olimpiade.

Olimpiade lari estafet pertama kali diadakan pada tahun 1992 dan bertempat di Stockholm. Kategori yang digunakan dalam ajang perlombaan olimpiade saat itu adalah lebar 4 meter dan panjang 100 meter. Pada saat itu, lari estafet hanya diikuti oleh kaum laki-laki. Teknik lari yang digunakan adalah sama seperti saat ini.

B. Teknik Lari Estafet dan Pengertiannya

Teknik Lari Estafet dan Pengertiannya
satujam.com

Sebagaimana olahraga-olahraga atletik lainnya, dalam olahraga lari estafet juga terdapat beberapa teknik dasar yang harus dipelajari, terutama oleh pemula.

Berikut ini adalah beberapa teknik sekaligus penjelasan dan keterangannya masing-masing.

1. Teknik Pemberian Tongkat Lari Estafet

Sebagaimana namanya, lari estafet dilakukan dengan memberikan tongkat kepada pelari berikutnya. Untuk dapat memberikan tongkat dengan baik maka pelari membutuhkan teknik dasar.

Ketika memberikan tongkat, pelari harus memberikannya dengan menggunakan tangan kanan. Adapun pelari yang menerima tongkat harus menerimanya dengan menggunakan tangan kiri.

Selain itu, pelari yang memberikan tongkat harus mengayunkan tongkat dari belakang menuju ke depan melalui bagian bawah. Adapun pelari berikutnya harus sudah menyiapkan tangannya di belakang untuk menerima tongkat dengan posisi tangan menghadap ke bawah.

Sebagai catatan, pastikan Anda membuka ibu jari dengan lebar dan merapatkan jemari lainnya. Tangan pelari penerima harus berada tepat di bawah pinggang. Tujuannya adalah agar pelari pemberi dapat memberikan tongkat dengan menggunakan tangan kanan dari bagian atas. Terakhir, pastikan tongkat sudah diayunkan terlebih dahulu sebelum tongkat diberikan.

2. Teknik Menerima Tongkat Lari Estafet

Selanjutnya adalah teknik menerima tongkat estafet. Secara garis besar teknik ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu cara visual dan cara nonvisual.

Apa maksud dari cara visual dan cara nonvisual? Perhatikan penjelasan di bawah!

1. Cara Visual

Cara visual adalah salah satu teknik menerima tongkat dengan cara melihat atau menoleh ke arah belakang. Teknik menerima tongkat estafet cara visual ini khusus untuk jenis lari estafet dengan jarak minimal 4 x 400 meter.

2. Cara Nonvisual

Cara berikutnya adalah cara nonvisual. Cara yang kedua ini digunakan untuk menerima tongkat estafet tanpa melihat atau menoleh ke arah belakang. Cara yang kedua ini biasanya digunakan pada lari estafet jarak pendek, yaitu 4 x 100 meter.

3. Teknik Start Lari Estafet

Selanjutnya, teknik lari estafet yang ketiga adalah teknik start. Teknik ini tidak berbeda dengan teknik pada perlombaan balap lari. Inti dari teknik ini adalah posisi pelari pertama ketika berada di titik start dengan badan berjongkok.

Ada dua hal yang harus Anda perhatikan ketika dalam posisi ini. Yang pertama, Anda harus meletakkan tangan di belakang garis start. Kedua, tongkat yang Anda pegang tidak boleh menyentuh garis start sama sekali. Tujuannya adalah agar terhindar dari hukuman berupa diskualifikasi.

4. Lari Pada Jalur yang Tepat

Setiap pelari estafet harus berlari pada jalur yang tepat. Mereka membutuhkan latihan untuk pembiasaan ritme lari pada jalur yang tepat. Cara melatihnya adalah sebagai berikut.

  1. Pelari pertama memegang tongkat di kanan dan berjalan di tepi bagian dalam jalur.
  2. Pelari kedua memegang tongkat di tangan kiri dan tetap berada di luar.
  3. Pelari ketiga memegang tongkat di tangan kanan dan tetap berada di dalam.
  4. Pelari keempat memegang tongkat di tangan kiri dan menerima di luar.

5. Area Pergantian Tongkat dan Cara Penempatan Antar Pelari

Adapun area pergantian tongkat dan juga cara menempatkan antar pelari adalah sebagai berikut.

  1. Pelari pertama berlari di area start pertama yang menggunakan lintasan tikungan.
  2. Pelari kedua berlari di area di start kedua yang menggunakan lintasan lurus.
  3. Pelari ketiga berlari di area ketiga dengan menggunakan lintasan tikungan
  4. Pelari keempat berlari pada start keempat menggunakan lintasan yang lurus dan berakhir di garis finish.

6. Beberapa Hal Penting yang Harus Diperhatikan

Terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika melakukan olahraga lari estafet. A[a saja hal penting tersebut? Simak penjelasan berikut!

  1. Pertama adalah dalam hal cara memberikan tongkat. Hasil terbaik akan didapat apabila dilakukan secara bersilang. Pelari pertama dan ketiga memberikan tongkat menggunakan tangan kanan. Sedangkan pelari kedua dan keempat menggunakan tangan kiri ketika memegang atau menerima tongkat dengan.
  2. Kedua adalah dalam hal menempatkan posisi pelari. Penempatan pelari harus disesuaikan dengan kelebihan masing-masing pelari. Untuk pelari pertama dan ketiga, pilihlah pelari yang unggul dalam hal lari tikungan. Sedangkan untuk pelari kedua dan keempat, carilah pelari yang memiliki daya tahan tubuh cukup baik.
  3. Ketiga, Jarak tunggu bagi para pelari harus diukur secara tepat sebelum bertanding, yaitu ketika proses berlatih.
  4. Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah ketika pelatih sudah memberikan tongkat, maka setiap pelari harus segera pergi dari lintasannya masing-masing.

C. Pengertian Peraturan Perlombaan Lari Estafet

Pengertian Peraturan Perlombaan Lari Estafet
gresnews.com

1. Sekilas Peraturan Tentang Lari Estafet

Daerah pergantian tongkat estafet memiliki ukuran dengan panjang 20 meter dan lebar 1,2 meter. Khusus pelari estafet kategori 4 × 100 meter, ditambah panjang 10 meter pra zona. Pra zona adalah area untuk menyiapkan diri agar dapat mempercepat larinya. Di area ini tidak terjadi pergantian pelari.

Jarak tempuh lari estafet adalah 4 × 100 meter / 4 × 400 meter (putra/putri). Start yang lazim digunakan pelari pertama dalam lari estafet adalah start jongkok. Sedangkan start berlari digunakan oleh pelari kedua, ketiga, dan keempat.

2. Ketentuan Perlombaan

Pelari diperbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh ketika pergantian penerimaan tongkat untuk lomba lari yang berjarak 4 × 400 meter. Meskipun demikian, hal ini dapat beresiko membuat tim kalah.

Seperti halnya lari jarak 4 x 400 meter, lari dengan jarak 4 x 100 meter juga diperbolehkan untuk mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut terjatuh ketika pergantian penerimaan tongkat. Namun hal tersebut tentunya mempunyai risiko kekalahan tim dan dapat langsung didiskualifikasi dari perlombaan.

3. Ketentuan Official dalam Pertandingan Internasional

  • Wasit. Tugas wasit adalah memberika peringatan kepada atlet tertentu dengan cara menunjukkan atau mengeluarkan kartu kuning. Selain itu, dia juga dapat mengusir dan memeberhentikan dari perlombaan dengan kartu merah.
  • Juri. Semua juri harus menempatkan diri pada sisi yang sama dengan lintasan, minimal 5 meter dari garis finish agar dapat melihat garis dengan jelas dan menentukan urutan peserta berdasarkan waktu.
  • Pengawas lintasan. Tugasnya adalah mengawasi peserta dari dekat dan mengawasi pelanggaran peraturan oleh peserta. Mereka wajib memberi isyarat atau laporan kepada wasit dengan mengangkat bendera merah sebagai tanda.
  • Pencatat Waktu. Mereka harus duduk segaris dengan garis finish dan membawa stopwatch/penghitung waktu untuk ketepatan catatan.
  • Penilaian. Penilaian dilakukan dengan kesepakatan semua pihak sebelum memulai pertandingan.
  • Aturan diskualifikasi. Apabila terdapat atlet yang didiskualifikasi maka harus dibuatkan surat keterangan pada hasil resmi yang menjelaskan pelanggarannya.

D. Pengertian Tongkat Lari Estafet

Pengertian Tongkat Lari Estafet
piqsels.com

Tongkat yang digunakan dalam olahraga lari eestafet tidak sembarang tongkat. Terdapat beberapa ketentuan dalam tongkat lari estafet. Berikut ini adalah beberapa ketentuannya.

  1. Untuk dewasa, tongkat harus memiliki rongga dengan ukuran panjang 30 cm, berat 50 gram, dan bergaris tengah 38 mm.
  2. Sedangkan untuk anak-anak diameternya hanya 2 cm. Adapun berat tongkatnya adalah 50 gram.
  3. Tongkat terbuat dari pipa halus, kayu, metal, dan bahan lainnya dengan lubang di bagian tengahnya.
  4. Tongat harus diberi warna terang agar mudah dilihat dari jarak jauh selama dibawa lari.
  5. Tongkat harus dibawa dengan tangan selama lomba.
  6. Pemberian tongkat ketika pergantian harus dilakukan dari tangan ke tangan di dalam zona pergantian tongkat.

E. Lapangan Lari Estafet

Lapangan Lari Estafet
pxhere.com

Arena lapangan yang digunakan untuk olahraga atletik dapat berada di dalam ruangan atau di luar ruangan. Arena tersebut dapat berupa lintasan (track) atau lapangan (field).

Ukuran lapangan olahraga atletik lari estafet adalah:

  • Panjang lintasan outdoor 400 meter dengan jalur berjumlah 6 hingga 10 buah.
  • Panjang lintasan indoor 200 meter berbentuk bulat telur dengan jalur berjumlah 4 hingga 8 buah.

Zona pergantian untuk olahraga lari estafet diberi jarak 10 meter dari depan garis start atau 10 meter dari belakang garis start.

F. Pengertian Nomor Lari Estafet

Pengertian Nomor Lari Estafet
percepat.com

Nomor lari sambung atau lari estafet yang paling lazim diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter.

Selain teknik lari, pemberian serta penerimaan tongkat di zona pergantian, penyesuaian jarak, dan kecepatan dari setiap pelari juga perlu di perhatikan.

Nomor lari estafet untuk peserta putra adalah 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter. Sedangkan untuk putri adalah 4 x 100 meter. Adapun untuk junior adalah 4 x 50 meter.

Pada  setiap kelompok atau tim terdapat empat orang pelari.

Pada dasarnya, lari estafet sangat mirip dengan lari cepat. Namun, perbedaannya adalah dalam lari estafet terdapat usaha yang dilakukan ketika memberi dan menerima tongkat estafet.

G. Strategi Menyusun Lari Estafet

Strategi Menyusun Lari Estafet
penjasorkes.com

Salah satu poin penting untuk memenangkan perlombaan lari estafet adalah kemampuan untuk melakukan pergantian tongkat dengan cepat. Oleh karena itu, ketepatan penempatan pelari sangat diperlukan agar dapat memenangkan pertandingan.

Cara efisien untuk menempatkan pelari estafet adalah sebagai berikut.

1. Pelari Pertama

Pelari pertama ditempatkan pada lintasan pertama. Di lintasan pertama ini terdapat tikungan. Oleh karena itu, pelari pertama harus memiliki kemampuan yang baik ketika berlari dalam lintasan tikungan.

Selain itu, pelari pertama juga harus benar-benar faham cara memulai start yang baik dan benar suapaya kecepatan lari awalnya dapat dikeluarkan secara maksimal.

Sebagai tambahan, pelari pertama juga harus mempunyai daya tahan kuat karena berlari di lintasan tikungan membutuhkan energi lebih besar dibandingkan dengan berlari di lintasan lurus.

2. Pelari kedua

Pelari kedua ditempatkan dalam lintasan yang lurus. Pelari kedua adalah orang yang memiliki kemampuan berlari dengan cepat dalam lintasan lurus.

Pelari kedua sebaiknya adalah pelari lintasan lurus tercepat kedua di dalam suatu tim. Pelari ini harus bisa mengambil tongkat dengan baik dan segera berlari secepat mungkin ke arah pelari ketiga.

3. Pelari ketiga

Pelari ketiga ditempatkan dalam lintasan ketiga yang terdiri dari lintasan tikungan dan lintasan lurus. Oleh karena itu, pelari ketiga haruslah orang yang mampu berlari cepat dalam lintasan tikungan maupun lintasan lurus.

Pelari ketiga ini sangat menentukan sampainya tongkat kepada pelari terakhir. Oleh karena itu, pelari ketiga harus memiliki kemampuan lari yang sangat cepat.

4. Pelari keempat

Pelari keempat adalah pelari terakhir. Dia merupakan pemain yang menentukan kemenangan tim. Pelari keempat berlari dalam lintasan yang lurus sehingga dibutuhkan pelari dengan kecepatan paling tinggi dan memiliki daya tahan paling kuat. Pelari terakhir ini harus bisa berlari dalam kondisi tekanan karena nasib kemenangan tim berada di tangannya.

Demikianlah penjelasan materi lari estafet mengenai pengertian, sejarah, teknik dasar, peraturan, dan beberapa hal penting lainnya terkait lari estafet. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi Anda.

Terimakasih.

Tinggalkan komentar