Pakaian Adat Sulawesi Utara

Pakaian Adat Sulawesi Utara

Sulawesi Utara adalah nama salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi ini memiliki kekayaan yang sangat melimpah. Tidak hanya kekayaan sumber daya alam, Sulawesi Utara juga memiliki kekayaan kebudayaan, salah satunya pakaian adat.

Kebudayaan pakaian adat di Sulawesi Utara sangat kental. Masyarakat setempat selalu menjaga kelestarian kebudayaan ini dengan baik.

Ada sesuatu yang berbeda pada pakaian adat ini jika dibandingkan dengan pakaian adat daerah lain, yaitu pakaian adat ini menunjukan status sosial seseorang dalam tatanan masyarakat.

Sebagai bukti, terdapat beberapa jenis pakaian adat daerah ini yang tidak boleh digunakan oleh masyarakat umum.

A. Pakaian Adat Sulawesi Utara

Pakaian Adat Sulawesi Utara
google.com

Pulau Sulawesi adalah salah satu pulau di Indonesia. Dalam pulau tersebut terdapat beberapa provinsi.

Salah satu provinsi di Sulawesi adalah Sulawesi Utara. Daerah ini terkenal memiliki kekayaan yang melimpah.

Kekayaan provinsi tersebut sangat beraneka ragam, mulai kekayaan sumber daya alam hingga kekayaan kebudayaan.

Kebudayaan di Provinsi Sulawesi Utara terdiri dari beberapa aspek, salah satunya adalah aspek pakaian adat setempat.

Kelestarian kebudayaan pakaian adat provinsi ini sangat dijaga oleh pada masyarakat dengan cara memakainya ketika melalukan aktifitas sehari-hari.

Beberapa jenis dari pakaian adat tersebut hanya boleh dipakai oleh kalangan para bangsawan.

Ingin tahu macam-macam jenis pakaian adat Sulawesi Utara? Yuk, simak artikel ini hingga tuntas!

B. Daftar Nama Pakaian Adat Sulawesi Utara

Daftar Nama Pakaian Adat Sulawesi Utara
google.com

Wilayah Provinsi Sulawesi Utara dihuni oleh beberapa suku yang beraneka ragam. Setiap suku memiliki latar budaya dan aturan masing-masing.

Beberapa suku yang menghuni provinsi ini adalah Suku Minahasa, Suku Bolaang Mongondow, Suku Sangihe, Suku Talaud, dan Suku Siau.

Keragaman suku di provinsi ini berhasil menambah kekayaan budaya setempat. Namun dalam hal pakaian adat, suku-suku tersebut hampir sama ciri-cirinya.

Perbedaan yang terdapat pada pakaian-pakaian adat mereka adalah dalam hal aksesoris yang dipakai.

Setidaknya terdapat 7 macam jenis pakaian adat Sulawesi Utara. Berikut ini adalah rinciannya.

  1. Pakaian adat Minahasa
  2. Pakaian adat Simpal
  3. Pakaian adat Bolang Mongondow
  4. Pakaian adat Kohongian
  5. Pakaian adat Sangihe Talaud
  6. Pakaian adat Gorontalo
  7. Pakaian adat Tonaas Wangko dan Walian Wangko

C. Macam-Macam Pakaian Adat Sulawesi Utara

Macam-Macam Pakaian Adat Sulawesi Utara
google.com

1. Pakaian adat Minahasa

Pakaian adat Sulawesi Utara yang pertama bernama Bajang. Pakaian adat ini merupakan kebudayaan Suku Minahasa.

Suku Minahasa terkenal dengan kemajuan teknologinya, bahkan konon merupakan suku paling maju diantara suku-suku lainnya.

Suku Minahasa berhasil meciptakan alat tenun untuk memintal kapas menjadi kain yang menjadi bahan dasar dari pakaian adat mereka tersebut.

Pakaian adat Bajang mempunyai dua komponen utama, yaitu pakaian atasan dan pakaian bawahan.

Pakaian Bajang yang dipakai oleh kaum pria terdiri dari atasan berupa kemeja dan bawahan berupa sarung dengan motif khas Minahasa.

Aksesoris yang digunakan pria ketika memakai pakaian adat ini adalah dasi dan destar. Destar adalah penutup kepala yang berbentuk segitiga.

Adapun pakaian yang dipakai oleh kaum wanita terdiri dari pakaian atasasn berupa kebaya dan pakaian bawahan berupa kain yapon.

Motif warna kain yapon harus disesuaikan dengan motif pakaian atasan dari pakaian adat ini.

Aksesoris yang digunakan wanita ketika memakai pakaian adat ini adalah berupa sanggul di bagian rambut, leher, lengan, dan telinga.

2. Pakaian adat Simpal

Pakaian adat selanjutnya adalah pakaian adat Simpal. Pakaian adat ini cukup mirip dengan pakaian adat Kohongian.

Biasanya masyarakat Sulawesi Utara mengenakan pakaian adat Simpal ini ketika menghadiri upacara pernikahan.

Pemakaian pakaian adat ini memiliki aturan tertentu, yaitu hanya boleh dipakai oleh kalangan masyarakat yang berstatus sosial tinggi dan para pendamping pemerintah kerajaan.

3. Pakaian adat Bolaang Mongondow

Pakaian adat berikutnya adalah pakaian adat Bolaang Mongondow. Model desain pakaian adat ini dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu.

Pakaian adat ini tebuat dari bahan yang bernama lanut.

Lanut adalah serat kayu dari kulit kayu atau pelepah nenas. Cara mengaolahnya adalah dengan menenunnya menjadi kain.

Selajutnya setelah menjadi kain, bahan ini dijahit dan diproduksi menjadi pakaian adat Bolaang Mongondow.

Ada dua macam pakaian adat jenis ini, yaitu pakaian adat untuk kaum pria dan pakaian adat untuk kaum wanita.

Untuk pria, pakaian adat ini terdiri dari baju atasan atau baniang, celana panjang, sarung, dan ikat kepala.

Adapun untuk wanita, pakaian adat ini terdiri dari kain dan kebaya atau salu.

Pakaian adat untuk rakyat jelata dan bangsawan memiliki perbedaan pada segi aksesorisnya.

Perbedaannya terdapat pada aksesoris yang digunakan, yaitu memiliki desain lebih mewah dengan warna emas atau merah mencolok.

Pada awalnya, pakaian adat ini hanya dipakaia seseorang ketika menghadiri upacara-upacara tertentu. Namun setelah beberapa waktu ke depan, pakaian adat ini dipakai dalam aktifitas sehari-hari.

4. Pakaian adat Kohongian

Selanjutnya, pakaian adat Sulawesi Utara yang keempat adalah Kohongian.

Tidak banyak informasi yang diketahui tentang keberadaan pakaian adat ini. Konon, pakaian adat ini hanya digunakan ketika acar pernikahan.

Terdapat aturan dalam hal memakai pakaian adat Kohongian ini. Pakaian adat ini khusus digunakan oleh para bangsawan berpangkat rendah saja.

5. Pakaian adat Sangihe Talaud

Pakaian adat berikutnya sering dikenal dengan nama Laku Tepu. Pakaian adat ini merupakan kebudayaan Suku Sangihe Talaud.

Pakaian adat ini biasanya hanya dipakai pada saat menghadiri upacara yang bernama Tulude.

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat pakaian adat ini adalah serat kofo atau serat tanaman pisang. Bahan tersebut dipilih karena dikenal kuat dan mudah dipintal menjadi pakaian.

Pada proses pembuatannya, serat tersebut ditenun dan dipintal menjadi selembar pakaian yang sering dikenal dengan Laku Tepu.

Desain warna yang digunakan pada pakaian adat ini adalah warna-warna cerah nan mencolok.

Adapun desain modelnya adalah pakaian berlengan panjang dan kainnya menjulur ke bawah hingga mencapai tumit.

Ketika memakai pakaian adat ini, biasanya seseorang akan menggunakan beberapa aksesoris. Tujuannya adalah agar tampil lebih menarik.

Aksesoris tersebut berupa barang-barang berikut ini.

  1. Popehe atau ikat pinggang
  2. Bandang atau selendang di bahu
  3. Paporong atau penutup kepala
  4. Kahiwu atau rok rumbai
  5. Boto pusinge untuk sanggul
  6. Sasusu boto untuk tusuk konde

Pakaian adat ini memiliki beberapa macam dengan aturan pemakaian tertentu. Berikut ini adalah rincian berdasarkan ketentuan pemakainya.

  1. Pakaian adat untuk kalangan pemerintahan berwarna biru, merah, dan kuning.
  2. Pakaian adat untuk ritual adat berwana merah atau ungu dan dilengkapi dengan selendang.
  3. Pakaian adat untuk acara pernikahan menggunakan aksesoris sunting topo-topo berupa penutup kepala.

6. Pakaian adat Gorontalo

Selanjutnya adalah pakaian adat Suku Gorontalo. Pakaian adat tersebut dibuat dari bahas dasar kapas mentah kemudian dipintal menjadi benang.

Pakaian adat ini dibagi menjadi dua macam, yaitu pakaian adat untuk kaum pria dan pakaian adat untuk kaum wanita.

Pakaian adat yang khusus digunakan oleh kaum pria disebut dengan pakaian Makuta.

Makuta terdiri dari pakaian atasan berupa kemaja dan pakaian bawahan berupa celana panjang.

Aksesoris yang digunakan pada pakaian adat Makuta adalah tudung makuta sebagai penutup kepala, pasimeni, dan kalung bakso.

Adapun pakaian adat yang khusus digunakan oleh kaum wanita disebut dengan pakaian Biliu.

Biliu terdiri dari pakaian atasan yang didesain seperti kebaya tanpa motif dan pakaian bawahan berupa sarung.

Aksesoris yang digunakan sangat beragam, yaitu kecubu, lai-lai, baya lo boute, gelang padeta, dan ikat pinggang.

Beberapa aksesoris-aksesoris tersebut memiliki filosofi tertentu. Berikut ini adalah rincian aksesoris wanita beserta fungsi dan filosofinya.

  1. Kecubu dipakai di bagian dada. Aksesoris ini melambangkan sifat yang kuat ketika menghadapi masalah.
  2. Lai-Lai dipakai di bagian ubun-ubun kepala. Aksesoris ini melambangkan kesucian dan keberanian.
  3. Baya Lo Boute sebagai ikat kepala untuk rambut wanita
  4. Gelang Padeta sebagai hiasan pergelangan tangan.
  5. Ikat pinggang untuk mengencangkan sarung yang dipakai wanita

Selain filosofi pada aksesorisnya, pakaian adat ini juga memiliki beberapa filosofi berdasarkan desain warna yang dipakai, yaitu:

  1. Ungu melambangkan kewibawaan dan keanggunan.
  2. Hijau melambangkan kesuburan, kesejahteraan dan kerukunan.
  3. Kuning emas melambangkan kemuliaan, kejujuran, dan kesetiaan.
  4. Merah melambangkan keberanian dan tanggung jawab.
  5. Coklat melambangkan kematian atau kuburan.
  6. Hitam melambangkan keteguhan dan ketakwaan.
  7. Putih melambangkan kesucian dan kedukaan.

Pakaian adat ini dipakai ketika menghadiri acara pernikahan yang biasa disebut dengan Walimono dan Payungga.

7. Pakaian Adat Tonaas Wangko dan Walian Wangko

Pakaian adat Sulawesi Utara yang terakhir adalah Tonaas Wangko dan Walian Wangko.

Dua pakaian adat ini memiliki ciri khas masing-masing.

Pakaian adat Tonaas Wangko memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Berupa kemeja berlengan panjang
  2. Memiliki kerah tinggi
  3. Terdapat beberapa kancing di bagian depan
  4. Tidak terdapat saku di bagian manapun
  5. Berwarna merah
  6. Didesain dengan motif bunga padi yang berwarna kuning keemasan
  7. Dilengkapi dengan aksesoris berupa topi berwarna merah yang memiliki ukiran motif berwarna kuning keemasan

Motif bunga padi pada pakaian adat Tonaas Wangko tersebut berada di bagian leher kemeja dan ujung kemeja bagian depan.

Adapun pakaian adat Walian Wangko adalah pakaian adat modifikasi dari Tonaas Wangko. Ciri-ciri pakaian adat ini adalah sebagai berikut.

  1. Kemeja ini berwarna putih.
  2. Desain ukurannya lebih panjang daripada Tonaas Wangko bahkan mirip jubah atau gamis.
  3. Terdapat hiasan motif bunga padi
  4. Dilengkapi aksesoris berupa topi porong nimiles yang terbuat dari lilitan dua buah kain berwarna merah hitam dan kuning emas

Topi porong nimiles tersebut melambangkan kombinasi dua unsur alam, yaitu langit dan bumi, serta alam dunia dan alam baka.

Pakaian adat jenis ini yang dipakai oleh kaum wanita memiliki beberapa ciri sebagai berikut ini.

  1. Terdiri dari pakaian kebaya berukuran panjang
  2. Desain warnanya adalah putih dan ungu.
  3. Paakaian kebaya tersebut dipadukan dengan kain sarong batik berwarna gelap
  4. Dilengkapi aksesoris berupa topi mahkota, selempang warna kuning atau merah, kalung leher, selop, dan sanggul.

D. Keunikan Pakaian Adat Sulawesi Utara

Keunikan Pakaian Adat Sulawesi Utara
google.com

Pakaian adat Sulawesi Utara ini memiliki beberapa keunikan tersendiri sebagaimana pakaian-pakaian adat daerah lainnya.

Lalu, apa saja keunikan dari pakaian adat Sulawesi Utara? Simak penjelasan berikut ini!

  1. Keunikan pertama terdapat pada pakaian adat Gorontalo. Pakaian adat ini terbuat dari benang kapas dan ditenun. Selain itu desainnya mirip dengan kebaya namun tidak memiliki motif. Pakaian bawahan berupa sarung berbentuk rok.
  2. Keunikan kedua terdapat pada pakaian adat Bolaang Mongondow. Pakaian adat ini terbuat dari bahan dasar kulit dan serat nanas. Serat nanas tersebut dipintal menjadi benang kemudian ditenun.
  3. Keunikan ketiga terdapat pada pakaian adat Minahasa. Pakaian adat ini terbuat dari bahan dasar kulit kayu. Kulit kayu tersebut dipintal menjadi benang kemudian ditenun.
  4. Keunikan yang terakhir terdapat pada pakaian adat Kofo. Pakaian adat ini dibuat dari bahan kain kofo yang memiliki motif khas Sangihe yang terkenal sejak masa neolitikum. Namun ironisnya, pakaian adat unik ini sudah lenyap sejak 1970.

Demikian penjelasan dan keterangan tentang kekayaan Indonesia berupa kebudayaan pakaian adat Sulawesi Utara. Semoga artikel ini dapat membantu Anda menambah wawasan dan senantiasa bermanfaat.

Terimakasih.

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *