Pakaian Adat Kalimantan Timur

Pakaian Adat Kalimantan Timur

Indonesia adalah sebuah negara maritim yang mempunyai kekayaan melimpah. Tidak hanya kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga penuh dengan kekayaan akan kebudayaan. Salah satu kekayaan kebudayaan di Indonesia adalah pakaian adat Kalimantan Timur.

Indonesia memiliki beberapa provinsi dengan luas yang sangat besar. Salah satu provinsi terluas di Indonesia adalah Provinsi Kalimantan Timur merupakan.

Luasnya wilayah sebuah provinsi tidak selalu berarti penduduknya sangat banyak. Kalimantan Timur ini provinsi yang sangat luas namun jumlah peduduknya sangat rendah, bahkan terendah ke-4.

Penduduk Provinsi Kalimantan Timur ini terdiri dari beberapa macam cuku. Contoh suku yang mendiami provinsi ini adalah Suku Dayak, Suku banjar, dan Suku Kutai.

Keragaman suku yang bertempat tinggal di provinsi Kalimantan Timur ini juga sangat mempengaruhi ragam kebudayaannya, termasuk kebudayaan pakaian adatnya.

A. Mengenal Pakaian Adat Kalimantan Timur

Mengenal Pakaian Adat Kalimantan Timur
google.com

Provinsi Kalimantan Timur memiliki ibukota yang terletak di kota Samarinda. Provinsi ini mempunyai wilayah yang cukup luas, yaitu sekitar 129.066,64 km².

Meskipun wilayah provinsi ini termasuk sangat luas, namun jumlah penduduknya tidak terlalu banyak bahkan menduduki peringkat terendah keempat, yaitu sekitar 3,6 juta jiwa.

Luas wilayah dan jumlah penduduk suatu provinsi tidak mempengaruhi kualitas hidup dan sosial. Buktinya, wilayah Kalimantan Timur ini meskipun jumlah penduduknya minim tapi kekayaannya sangat melimpah.

Kekayaan yang dimiliki Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya berupa sumber daya alam namun juga terdapat kekayaan kebudayaan.

Kekayaan kebudayaan tersebut pun juga sangat beragam. Ada kebudayaan tari-tarian, kebudayaan upacara adat, hingga kebudayaan pakaian adat.

Pakaian adat provinsi ini memiliki beberapa macam. Apa saja macam-macam pakaian adat tersebut? Temukan jawabannya secara lengkap di ulasan berikut ini!

B. Daftar Nama Pakaian Adat Kalimantan Timur

Daftar Nama Pakaian Adat Kalimantan Timur
google.com

Kalimantan Timur dengan beragam suku yang tinggal di dalamnya menjadi sebab keragaman kebudayaan provinsi tersebut.

Salah satu bentuk kebudayaan yang menjadi beragam akibat keragaman suku di provinsi ini adalah pakaian adatnya.

Pakaian adat Provinsi Kalimantan Timur ini setidaknya dapat dirangkum menjadi 6 macam dengan ciri khas dan ketentuan masing-masing.

Berikut ini adalah daftar 6 macam pakaian adat tersebut.

  1. Pakaian adat Kustin
  2. Pakaian adat Bulang Kuurung
  3. Pakaian adat Bulang Burai King
  4. Pakaian adat Ta’a dan Sapei Sapaq
  5. Pakaian adat Sakai
  6. Pakaian adat Dayak Ngaju

Apa saja ciri khas dan ketentuan setiap macam dari pakaian adat di atas? Yuk, cek keterangannya di bawah ini!

1. Pakaian Adat Kustin

Pakaian adat yang pertama adalah pakaian adat yang biasa dipakai oleh Suku Kutai. Pakaian adat tersebut sering dikenal dengan nama Kustin.

Pakaian adat Kustin ini merupakan pakaian adat yang dipakai ketika seseorang menghadiri acara-acara resmi, seperti acara pernikahan.

Sebagai tambahan, pakaian adat ini hanya dipakai oleh para anggota Suku Kustin yang memiliki ekonomi dan kedudukan menengah ke atas.

Pengambilan nama Kustin ini berasal dari bahasa Suku Kutai. Kustin dalam bahasa mereka memiliki arti busana.

Bahan yang digunakan untuk membuat pakaian ada Kustin ini adalah bagah beludru yang berwarna hitam pekat.

Pakaian adat ini didesain dengan ketentuan-ketentuan khusus, yaitu bagian lengan baju harus panjang, bagian kerahnya dibuat tinggi, dan bagian dada dihiasi dengan pasmen.

Pakaian untuk pria dan pakaian untuk wanita memiliki perbedaan pada cara pemakaian dan aksesoris tambahannya.

Pakaian adat Kustin untuk pria biasanya dipadukan dengan celana panjang hitan yang dipasangi dengan dodot rambu bundar berhiaskan lambang Wapen.

Adapun pakaian adat Kustin untuk wanita biasanya dipakai dengan tambahan berupa kelibun kuing yang terbuat dari bahan sutera.

Catatan tambahan: Para wanita yang memakai pakaian adat ini biasanya akan menghias rambutnya dengan hiasan yang menyerupai sanggul adat jawa.

2. Pakaian Adat Bulang Kuurung

Pakaian adat yang kedua adalah Bulang Kuurung. Pakaian adat yang satu ini merupakan pakaian adat yang berasal dari Suku Dayak.

Pakaian adat Bulang Kuurung ini memiliki dua macam desain, yaitu dengan lengan dan tanpa lengan.

Untuk pakaian adat yang diberi lengan ada dua macam, yaitu:

  1. Pakaian lengan pendek yang dinamakan dekot.
  2. Pakaian lengan panjang yang dinamakan lengke.

Pakaian adat Bulang Kuurung ini tidak dipakai secara umum. Dalam artian, tidak semua kalangan boleh memakai pakaia adat Bulang Kuurung.

Pakaian adat ini biasanya hanya dipakai oleh para dukun dari suku apapun yang tinggal di Kalimantan Timur. Mereka memakainya ketika melakukan sebuah ritual kedukunan.

3. Pakaian Adat Bulang Burai King

Sebagaimana Bulang Kuurung, pakaian adat Bulang Burai King ini juga merupakan salah satu kebudayaan pakaian adat yang dimiliki oleh Suku Dayak di Kalimantan Timur.

Semua anggota dari Suku Dayak di Kalimantan Timur memiliki pakaian adat ini, bahkan konon hukumnya wajib menurut mereka.

Pemakaian pakaian adat Bulang Burai King ini adalah ketika menghadiri upacara-upacara adat Suku Dayak.

Pakaian adat ini memiliki desain yang cukup menarik, yaitu warna dan motifnya dipilihkan yang sangat mencolok.

Pada pakaian adat ini terdapat dua macam hiasan, yaitu hiasan berupa manik-manik dan bulu burung Enggang.

Dua masacm hiasan tersebut didesain sebaik mungkin sehingga pakaian adat ini tampak lebih menarik, rapi, dan indah.

4. Pakaian Adat Ta’a dan Sapei Sapaq

Pakaian adat yang bernama Ta’a dan Sapei Sapaq merupakan kebudayaan pakaian adat yang dimiliki oleh Suku Dayak Kenyah.

Ta’a adalah pakaian adat yang khusus dipakai oleh kalangan wanita, sedangkan Sapei Sapaq adalah pakaian adat yang khusus dipakai oleh kalangan pria.

Kedua pakaian adat Suku Dayak Kenyah ini memiliki kompenen masing-masing yang berbeda.

Pakaian adat Ta’a terdiri dari pakaian atasan yang disebut dengan sapei inoq dan pakaian bawahan berupa rok yang disebut dengan ta’a.

Selaian pakaian atasan dan bawahan, pada bagian kepala juga mengenakan ikat kepala berbahan pandan yang sering dikenal dengan nama da’a.

Adapun pakaian adat Sapei Sapaq terdiri dari pakaian atasan berbentuk rompi dan pakaian bahawan berupa cawat yang sering dikenal dengan nama abet kaboq.

Pada pakaian bawahan yang berupa cawat tersebut ditambahkan aksesoris mandau yang diikat di bagian pinggang.

Pakaian adat Ta’a dan Sapei Sapaq memiliki corak yang mirip, namun aksesoris yang digunakan tetap berbeda.

Model corak pada pakaian adat ini meunjukkan status sosial seseorang. Corak burung enggang dan harimau khusus bangsawan, sedangkan corak tumbuhan untuk rakyat biasa.

5. Pakaian Adat Kalimantan Timur Sakai

Pakaian adat Sakai merupakan salah satu kebudayaan pakaian adat Kalimantan Timur.

Pada awalnya pakaian adat ini hanya dipakai oleh kaum wanita. Namun setelah beberapa waktu yang cukup lama, para kaum pria juga memakai pakaian adat ini dengan model yang lain.

Pakaian adat yang satu ini didesain dengan ciri khas batik celup dan model lengan panjang. Pakaian bawahannya memakai tapeh badong.

Pada pakaian adat ini terdapat aksesoris berupa kalung tiga susun dan kembang goyang tiga cabang. Tujuannya adalah agar tampak lebih indah dan menarik.

Untuk kaum wanita, ketika memakai pakaian adat Sakai ini disertai dengan sanggul yang bernama tapak langit yang dililit bunga melati dan tajok mawar.

6. Pakaian Adat Dayak Ngaju

Sebenarnya Suku Dayak Ngaju tidak terlalu mendominasi papulasi Kalimantan Timur. Namun suku tersebut juga memiliki pakaian adat yang khas.

Pakaian ada ini diproduksi dengan bahan-bahan alami berupa serat alam, kulit siren, dan kayu nyamun yang dibubuhi warna dan corak hias.

Pakaian adat ini terbagi menjadi dua, yaitu untuk pria dan untuk wanita

Pakaian adat yang dipakai kaum pria terdiri dari beberapa komponen dan aksesoris, yaitu:

  1. Kain penutup bagian bawah sebatas lutut
  2. Rompi
  3. Ikat kepala berhias bulu enggang
  4. Kalung manik-manik
  5. Ikat pinggang
  6. Perisai kayu
  7. Mandau yang dipakai pada bagian pinggang

Adapun pakaian adat untuk wanita terdiri dari komponen-komponen berikut ini.

  1. Rok pendek
  2. Baju rompi
  3. Ikat kepala yang dihiasi bulu enggang
  4. Ikat pinggang
  5. Kalung manik-manik
  6. Gelang tangan

C. Senjata Tradisional Kalimantan Timur

Senjata Tradisional Kalimantan Timur
google.com

1. Telawang (Perisai)

Telawang adalah sebuah alat yang digunakan untuk melindungi diri ketika menghadapi serangan musuh dalam peperangan.

Senjata tradisional ini terbuat dari terbuat dari kayu ulin atau kayu besi.

Telawang ini memiliki bentuk yang cukup unik, yaitu berbentuk persegi panjang dan pada bagian atas serta bawah dibuat runcing.

Bagian luar dari telawang ini diberi hiasan berupa ukiran khas Suku Dayak, sedangkan bagian dalamnya diberi pegangan untuk membawanya.

2. Sumpit

Sumpit adalah salah satu senjata tradisional Kalimantan Timur yang berfungsi sebagai aksesoris pakaian adat Suku Dayak.

Selain untuk aksesoris, sumpit juga sering digunakan sebagai senjata jarak jauh dengan akurasi ketepatan menembak mencapai 200 meter.

Bahan yang digunakan untuk membuat batang (pipa sumpit) dan anak panah (damek) adalah bilahan bambu.

3. Mandau

Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Kalimantan Timur.

Senjata tradisional ini terbuat dari batu gunung yang dileburkan. Pembuatan senjata ini sangat sulit sehingga hanya para ahli yang dapat memproduksinya.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang senjata mandau.

  1. Mandau biasa digunakan para kepala suku dan para raja Suku Dayak.
  2. Mandau memiliki banyak macam dan jenis yang menjadi ciri khas Suku Dayak.
  3. Mandau memiliki ciri khas berupa ukiranukiran Suku Dayak pada bilahnya.
  4. Mandau dipercaya sebagai benda keramat yang disakralkan oleh Suku Dayak.
  5. Mandau melambangkan sebuah pionir atau perintis dalam perjuangan sehari-hari Suku Dayak.
  6. Mandau dapat digunakan untuk memotong, menumpas, membersihkkan, dan meratakan.
  7. Mandau juga dapat digunakan untuk melindungi diri dari bahaya yang datang dari dalam maupun dari luar.

4. Dohong

Selain tiga senjata tradisional yang sudah disebutkan di atas, Kalimantan Timur juga memiliki senjata bernama dohong.

Senjata ini memiliki bentuk mirip dengan keris namun berukuran lebih besar dan tajam pada kedua sisinya.

Bagian ujung pada senjata tradisional Kalimantan Timur ini terbuat dari bahan tanduk. Sedangkan sarungnya terbuat dari bahan kayu.

D. Keunikan dan Ciri Khas Pakaian Adat Kalimantan Timur

Keunikan dan Ciri Khas Pakaian Adat Kalimantan Timur
google.com

1. Keunikan Pakaian Adat Kalimantan Timur

Pakaian adat Kalimantan Timur memiliki beberapa jenis dengan keunikan masing-masing. Berikut ini adalah sebagian contoh keunikan pakaian adat tersebut.

> Sapei Sapaq

Keunikan pakaian adat Sapei Sapaq terdapat pada bahan dan filosofi yang menggambarkan tentang kearifan lokal Suku Dayak.

Selain itu, pada bagian kepala terdapat ikat kepala yang dihiasi dengan bulu burung enggan.

> Baju Adat Kutai

Keunikan pakaian adat Kutai terletak pada jumlah macamnya, yaitu pakaian miskat, sakai, kustin, takwo, dan rompi.

2. Ciri Khas Pakaian Adat Kalimantan Timur

Pakaian adat Kalimantan Timur terdiri dari beberapa macam sebagaimana sudah dijelaskan di atas. Setiap macamnya memiliki ciri khas masing-masing.

Berikut ini adalah contoh ciri khas salah satu macam pakaian adat tersebut, yaitu pakaian adat Sakai.

  • Batik Celup Kutai
  • Menggunakan tiga  susun kalung
  • Menggunakan tiga cabang kembang goyang
  • Terdapat tapak langit
  • Terdapat tajok mawar

Demikian penjelasan dan keterangan tentang kekayaan kebudayaan Indonesia yang berupa pakaian adat Kalimantan Timur. Semoga kandungan artikel ini dapat membantu menambah wawasan dan bermanfaat bagi Anda.

Terimakasih.

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *