Pakaian Adat Kalimantan Barat

Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara bagian Serawak, Malaysia. Inilah sebab mayoritas penduduknya adalah suku Dayak dan suku Melayu. Banyak kebudayaan yang masih original di provinsi ini. Salah satu kebudayaan tersebut adalah pakaian adat Kalimantan Barat.

Pakaian adat Kalimantan Barat memiliki beberapa macam variasi. Setiap jenis pakaian adat tersebut memiliki ciri khas masing-masing.

Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Pontianak. Wilayah Provinsi Kalimantan Barat memiliki luas 146.807 km². Provinsi ini berada di posisi ke-4 provinsi terluas di Indonesia.

Apa saja macam-macam variasi pakaian adat Kalimantan Barat?

Yuk, simak artikel berikut!

A. Mengenal Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Barat

Mengenal Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Barat
wikipedia.org

Pakaian adat yang digunakan oleh suku Dayak dan suku Melayu memiliki beberapa perbedaan. Sekilas, pakaian adat yang digunakan oleh suku Dayak terlihat lebih mencolok, terbuat dari bahan dasar alami, dan memiliki warna cerah dengan motif khas suku Dayak.

Suku Dayak sering menggunakan pakaian adatnya untuk melakukan aktifitas sehari-hari, seperti bertani dan berburu. Namun dalam beberapa waktu, mereka juga mengunakanya ketika melakukan upacara adat.

Adapun untuk pakaian adat suku Melayu, bahan dasar yang dipakai adalah kain. Selain itu, pada pakaian adat suku Melayu terdapat nilai-nilai Islam dalam desainnya. Itulah sebabnya pakaian adat suku Melayu cenderung didesain longgar dan menutupi aurat.

B. Nama-Nama Pakaian Adat Kalimantan Barat

Nama-Nama Pakaian Adat Kalimantan Barat
pixabay.com

Provinsi Kalimantan Barat memiliki banyak pakaian adat tradisional. Setiap jenis pakaian adat tersebut memiliki nama masing-masing.

Apa saja nama pakaian adat Kalimantan Barat tersebut?

Berikut ini adalah beberapa nama pakaian adat Kalimantan Barat.

  1. King Baba
  2. King Bibinge
  3. Teluk Belangan dan Cekak Musang
  4. Buang Kuureng
  5. King Buri dan Bulang Buri
  6. King kabo
  7. King Tompang
  8. Indulu Manik

Itulah beberapa nama pakaian adat Kalimantan Barat. Adapun penjelasan mengenai ciri-ciri khas setiap jenisnya akan dibahas dalam uraian berikut. Simak terus ya!

C. Macam-Macam Pakaian Adat Kalimantan Barat

Macam-Macam Pakaian Adat Kalimantan Barat
wikipedia.org

Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya. Setiap daerahnya memiliki kekayaan budaya masing-masing. Salah satu contohnya adalah Provinsi Kalimantan Barat.

Kekayaan budaya yang dimiliki Kalimantan Barat cukup banyak, salah satunya adalah pakaian adat Kalimantan Barat.

Secara umum pakaian adat tersebut dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pakaian adat untuk pria, pakaian adat untuk wanita, dan pakaian adat suku Melayu Sambas.

Adapun macam-macam pakaian adat Kalimantan Barat secara menyeluruh ada 8 macam sebagaimana sudah disebutkan di atas.

Berikut ini adalah rincian 8 macamnya.

1. King Baba

Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Barat King Baba
yuksinau.id

Pakaian adat Kalimantan Barat yang pertama adalah King Baba. Pakaian ini merupakan pakaian khusus pria. Suku yang terkenal dengan pakaian ini adalah Suku Dayak.

Pakaian ini terbuat dari bahan alami atau natural, yaitu kulit pohon ampuro atau kayu kapuo. Pohon ampuro atau kayu kapuo adalah tumbuhan endemik asal Kalimantan dan terkenal memiliki kandungan serat yang tinggi.

Proses pembuatan bahan dasarnya adalah dengan cara dipukul-pukul di dalam air tersisa seratnya saja. Selanjutnya, setelah serat menjadi lentur dan terkumpul dalam jumlah yang cukup, serat tersebut dijemur.

Setelah semuanya kering, serat-serta itu diberi warna dan dihias dengan lukisan-lukisan khas Suku Dayak. Cat atau pewarna yang digunakan untuk mewarnai pakaian ini juga terbuat dari bahan-bahan alami.

Selanjutnya, serat-serat yang sudah siap diproses itu dibentuk menjadi dua bagian, yaitu seperti pakaian rompi tanpa lengan dan sebuah penutup di bagian kaki.

Untuk mendapatkan kesan lebih unik, Anda perlu menambahkan hiasan-hiasan dari bahan manik-manik yang berwarna merah atau jingga.

Sebagai pelengkap, para produsen pakaian adat ini biasanya akan melengkapi dengan beberapa aksesoris tambahan. Contoh aksesoris tambahan tersebut adalah:

  1. Ikat kepala yang terbuat dari bulu burung enggang gading
  2. Senjata tradisional bernama Mandau

Aksesoris tambahan tersebut dipasang untuk menambah keunikan pakaian adat tersebut bagi seorang pria.

Selain menjadi pakaian adat sehari-hari, pakaian King Baba juga biasa digunakan oleh Suku Dayak ketika berperang melawan musuh mereka.

2. King Bibinge

Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Barat King Bibinge
idntimes.com

Pakaian adat Kalimantan Barat yang kedua adalah King Bibinge. Berbeda dengan King Baba, pakaian King Bibinge ini khusus untuk wanita. Suku yang terkenal dengan pakaian ini adalah Suku Dayak.

Bahan dasar untuk pembuatan pakaian adat ini sama dengan bahan pakaian King Baba. Proses pembuatannya pun juga hampir sama.

Sebagaimana King Baba, pakaian King Bibinge juga dilengkapi dengan beberapa aksesoris tambahan untuk menambahkan kesan unik dan menarik. Contoh aksesoris tambahannya adalah sebagai berikut.

  1. Ikat kepala berbentuk segitiga yang terbuat dari bulu burung enggang
  2. Kalung berbahan kulit, tulang hewan, atau akar kayu yang diyakini dapat menangkal gangguan roh-roh halus, terutama untuk bayi
  3. Gelang untuk tangan yang dipintal berbahan dasar akar tanaman sebagai penolak gangguan
  4. Gelang tjuk bulu tantawan, tajuk bulu area, galang pasan manik, galling gading, dan masih banyak aksesoris tambahan lainnya

3. Teluk Belangan dan Cekak Musang

Pakaian adat Teluk Belangan dan Cekak Musang
yuksinau.id

Pakaian adat Teluk Belangan pada awalnya ditemukan di daerah Teluk Belanga, Singapura. Namun setelah beberapa waktu, pakaian ini tersebar luas dan diakui menjadi pakaian khas Johor.

Beberapa ciri khas pakaian adat Teluk Belangan adalah sebagai berikut.

  1. Pakaian ini memiliki alas leher berbentuk bulat dan belahan di bagian depan.
  2. Pada pakaian ini terdapat lapisan di sekeliling leher yang terbuat dari bahan kain lain. Lapisan tersebut dijahit sembat halus, sedangkan bagian pinggiran bulatannya dijahit tulang belut halus.
  3. Pada bagian pangkal belahan pakaian ini dibuatkan tempat untuk mengancingkan baju yang dikenal dengan istilah rumah kancing. Biasanya bagian ini menggunakan jahitan benang insang pari.
  4. Potongan lengan pakaian ini panjang dan longgar serta berkekek saputangan atau berkekek gantung.
  5. Potongan untuk bagian badan pada pakaian ini lurus dan mengembang di bagian bawah

Sedangkan gaya pakaian Cekak Musang sangat dipengaruhi oleh baju gamis yang biasa dipakai oleh masyarakat timur tengah.

Terdapat beberapa ciri khas pakaian ini yang berbeda dengan pakaian adat Teluk Belangan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pakaian ini lazimnya berukuran panjang.
  2. Sebagian desain menerapkan panjang sampai ke bawah pantat dan disesuaikan dengan bentuk pakaian adat Teluk Belanga.
  3. Bentuk pakaian ini mirip dengan pakaian adat Teluk Belanga, namun bagian lehernya tegak dan bagian belahan di depan ditutup dengan anak kancing berjumlah tiga, lima, tujuh, atau sembilan.

Pakaian adat ini biasanya dikenakan oleh kaum pria Suku Melayu untuk menghadiri acara-acara formal. Sedangkan kaum wanita biasanya memakai pakaian jenis baju kebaya.

4. Buang Kuureng

Buang Kuureng
artisanalbisro.com

Buang Kuureng merupakan pakaian adat Suku Melayu yang identik dengan pakaian wanita. Mereka biasanya mengenakan pakaian adat ini di Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat pakaian adat Buang Kuureng di Kalimantan Barat adalah beludru.

Pakaian adat Buang Kuureng memiliki dua macam, yaitu:

  1. Kuurung Sapek Tangan (berlengan pendek)
  2. Kuurung Langke Tangan (berlengan panjang)

Dalam desain pakaian adat Buang Kuureng ini terdapat perpaduan antara budaya Melayu dan budaya Dayak. Perpaduan tersebut dapat dilihat dari desain pakaian menggabungkan corak khas Melayu dan Dayak.

5. King Buri (Bulang Buri)

Pakaian adat King Buri (Bulang Buri)
artisanalbisro.com

Pakaian adat berikutnya adalah King buri. Pakaian ini terbuat dari bahas dasar buri. Buri adalah kulit binatang sejenis kerang laut berukuran kecil namun sangat keras.

6. King Kabo

King Kabo
yuksinau.id

Nama pakaian adat yang satu ini diambil dari nama sebuah hantu raksasa atau geregasi yang memiliki ukuran sangat tinggi dan besar.

King kabo merupakan pakaian adat Kalimantan Barat yang sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman ketika itu.

Pakaian adat ini merupakan modifikasi dari pakaian adat King Baba. Modifikasi tersebut terlihat pada perpaduan kulit kayu dengan kain sungkit khas Brunei Darussalam. Berikut ini adalah keterangan perpaduan bahan dasarnya.

  1. Bagian cawat pakaian adat King kabo terbuat dari kulit kayu dan diberi hiasan manik-manik atau pita-pita rumbai.
  2. Bahan dasar untuk kain sungkit bersumber dari Brunei Darussalam dan memiliki ukuran panjang satu meter.
  3. Sedangkan bahan dasar untuk cawatnya berasal dari Indonesia dan merupakan kain yang cukup halus dengan ukuran panjang sekitar empat meter.

7. King Tompang

King Tompang
artisanalbisro.com

Pakaian adat Kalimantan yang ketujuh adalah King tompang. Pakaian ini didesain dengan sangat simpel dan sederhana.

Pada pakaian ini terdapat sejarah penting bagi peradaban Kalimantan Barat sekaligus menjadi saksi bisu interaksi kebudayaan yang ada di provinsi tersebut.

Ciri-ciri pakaian adat King Tompang adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki warna dasar hitam, merah, dan biru
  2. Memiliki hiasan yang beraneka ragam
  3. Hiasan paling mencolok adalah kombinasi antara benang dan pita warna-warni.

Tujuan dari hiasan-hiasan tersebut adalah agar pakaian adat Kalimantan Barat ini memiliki ciri khas dan menambahkan kesan unik serta menarik.

8. Indulu Manik

Pakaian adat Indulu Manik
yuksinau.id

Pakaian adat yang terakhir adalah Indulu Manik. Ciri khas pakaian adat Indulu Manik adalah terdapat perhiasan berbahan manik-manik halus yang berasal dari daerah Serawak, Malaysia Timur.

D. Perubahan dan Perkembangan Pakaian Adat Kalimantan Barat

Perubahan dan Perkembangan Pakaian Adat Kalimantan Barat
cluads.com

Seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi, pakaian adat Kalimantan Barat mengalami perubahan pada beberapa bagiannya. Namun perubahan-perubahan yang terjadi itu tidak mengubah atau mengabaikan keistimewaan model originalnya.

Perubahan-perubahan tersebut bertujuan agar pakaian adat itu lebih nyaman ketika dipakai. Salah satu perubahannya adalah dari segi bahan. Bahan-bahan yang panas akan diganti dengan bahan yang dingin.

Perubahan yang terjadi pada pakaian adat tersebut tetap harus memperhatikan nilai-nilai leluhur dan kearifan lokal.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilestarikan pada pakaian adat meskipun diubah pada beberapa bagiannya.

  1. Pakaian adat King Kabo tetap harus menggunakan bahan dasar kain sungkit Brunei.
  2. Pakaian adat Buang Kuureng tetap harus menggunakan bahan dasar kain beludru.
  3. Pakaian adat King Tompang tetap harus menggunakan bahan dasar kain polos berwarna hitam, biru, atau merah.
  4. Pakaian adat King Buri (Bulang Buri) tetap harus menggunakan bahan dasar buri atau kulit binatang sejenis kerang laut berukuran kecil namun sangat keras.
  5. Pakaian adat Indulu Manik tetap harus menggunakan bahan dasar kain dengan hiasan manik-manik halus dari daerah Sarawak, Malaysia Timur.

Itulah beberapa hal yang tetap harus dilestarikan pada pakaian adat Kalimantan Barat meskipun mengalami perubahan.

Demikian penjelasan dan keterangan tentang keberagaman pakaian adat Kalimantan Barat. Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi Anda.

Terimakasih.

Tinggalkan komentar