Pakaian Adat Jambi

Pakaian Adat Jambi

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang salah satu kekayaan Indonesia yang berupa kebudayaan. Fokus pembahasan artikel ini adalah pakaian adat Jambi.

Jambi adalah salah satu nama provinsi di Indonesia yang berada di Pulau Sumatera. Penghuni provinsi ini didominasi oleh Suku Melayu.

Dominasi Suku Melayu di Jambi ini menjadi sebab kuatnya pengaruh kebudayaan Melayu di provinsi ini. Salah satu kebudayaan yang masih selalu dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat adalah pakaian adat Jambi.

Pakaian adat Jambi memiliki beberapa jenis yang beraneka ragam. Dalam setiap ragam dari pakaian adat tersebut terdapat keunikan tersediri.

Apa saja macam-macam pakaian adat Jambi? Dan apa keunikan yang terdapat pada pakaian adat tersebut?

Yuk, temukan jawabannya di artikel berikut ini!

A. Mengenal Pakaian Adat Jambi

 

Masyarakat Provinsi Jambi memiliki warisan berupa pakaian adat dari nenek moyang mereka. Setidaknya pakaian adat Jambi dapat dikategorikan menjadi dua bagian.

Bagian pertama adalah pakaian adat yang biasa digunakan masyarakat ketika menghadiri acara-acara resmi.

Adapun bagian kedua adalah pakaian adat yang digunakan masyarakat ketika melakukan aktifitas sehari-hari.

Apa perbedaan antara dua bagian tersebut? Perbedaan antara kedua bagian tersebut terletak pada desain warna dan aksesorisnya.

Pakaian adat yang dipakai ketika meghadiri acara-acara resmi memiliki desain yang mencolok. Selain itu, aksesoris yang dikenakan juga sangat beraneka ragam.

Salah satu aksesoris yang dipakai bersama pakaian adat resmi adalah selendang songket, balutan benang emas, dan umbai-umbai di bagian ujungnya.

Adapun pakaian adat yang dipakai dalam kegiatan sehari-hari terdapat dua macam, yaitu pakaian untuk pria dan pakaian untuk wanita.

Pakaian sehari-hari yang dipakai oleh pria terdiri dari kopiah dan celana hitam dengan desain melebar di bagian bawahnya.

Sedangkan pakaian sehari-hari yang dipakai oleh wanita adalah berupa baju longgar tanpa lengan tangan.

Pakaian adat Jambi yang dipakai dalam aktifitas sehari-hari memiliki desain yang lebih kalem dan terlihat santai daripada pakaian untuk kegiatan resmi.

B. Daftar Nama Pakaian Adat Jambi

 

Pakaian adat Jambi dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian. Berikut ini adalah gambaran secara global pembagian pakaian adat tersebut.

  1. Pakaian adat yang dipakai oleh pengantin ketika pernikahan
  2. Pakaian adat yang dipakai oleh anak-anak
  3. Pakaian adat yang khusus digunakan oleh pria
  4. Pakaian adat yang khusus digunakan oleh wanita
  5. Aksesoris pakaian adat pria
  6. Aksesoris pakaian adat wanita
  7. Pakaian adat Baju Kurung Tanggung
  8. Pakaian adat Cangge

Itulah daftar nama-nama pakaian adat Jambi. Keterangan dan penjelasan secara detail akan dibahas di bab-bab berikutnya.

Selamat membaca!

1. Pakaian Adat Pernikahan

 

Provinsi Jambi memiliki kebudayaan pakaian adat yang khusus digunakan oleh para pengantin ketika menjalani prosesi pernikahan.

Pakaian adat untuk pernikahan ini termasuk pakaian adat resmi, sehingga berbeda dengan pakaian adat yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Letak perbedaan antara pakaian adat resmi dan pakaian adat untuk kegiatan sehari-hari terletak pada warna dan aksesoris yang digunakan.

Pakaian adat yang digunakan pengantik ketika pernikahan biasanya didesain dengan warna merah, biru, dan warna-warna mencolok lainnya.

Selain itu, aksesoris berupa kain songket pada pakaian adat pernikahah ini juga memiliki ciri khas tersendiri.

Pakaian adat untuk pengantin wanita memiliki sedikit perbedaan. Perbedaan tersebut terdapat pada aksesorisnya. Aksesoris pakaian adat pengantin wanita ini adalah bunga mawar merah yang disematkan pada bagian belakang telinga sebelah kanan.

2. Pakaian Adat Anak-Anak

 

Pakaian adat yang kedua adalah pakaian adat yang digunakan untuk anak-anak. Pakaian adat ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pakaian adat untuk dewasa.

Perbedaan yang cukup terlihat antara pakaian adat dewasa dan pakaian adat anak-anak adalah dalam hal warna. Pakaian adat untuk anak-anak didesain dengan warna lebih cerah.

3. Pakaian Adat Jambi Pria

 

Pakaian adat Jambi yang dipakai oleh pria memiliki ciri-ciri khas. Ciri-ciri pakaian adat pria tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Terbuat dari bahan beludru yang berwarna merah
  2. Pada pakaian tersebut terdapat sulaman benang emas berbagai motif.
  3. Motif sulaman benang emas tersebut adalah tagapo (bunga bertabur), kembang melati, dan kembang berangkai

Sulaman benang emas yang terdapat pada pakaian adat ini memiliki filosofi tersendiri. Sulaman tersebut menjadi lambang bahwa Melayu merupakan tanah yang sangat subur dan kaya.

4. Pakaian Adat Jambi Wanita

 

Pakaian adat yang digunakan oleh kaum wanita sebenarnya tidak banyak berbeda dengan pakaian adat yang digunakan oleh kaum pria.

Pakaian adat untuk wanita ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Pakaian adat ini memiliki panjang lengan sampai bawah siku namun tidak sampai pergelangan tangan.
  2. Pakaian adat wanita ini terdiri dari kain dan selendang songket berwarna merah dengan sulaman benang emas.
  3. Motif hiasan pada pakaian adat ini adalah bunga melati, pucuk rebung, dan bunga tagapo (bunga bertabur).

5. Aksesoris Pakaian Adat Pria

 

Tampilan seorang pria akan lebih menarik ketika memakai pakaian adat dengan aksesoris-aksesoris sebagai berikut ini.

Lacak

Lacak merupakan salah satu aksesoris pakaian adat untuk kaum laki Jambi. Fungsi dari aksesoris ini adalah sebagai penutup kepala.

Aksesoris ini terbuat dari bahan beludru yang berwarna merah dan dilengkapi dengan flora seperti bungo runci dan tali runci.

Bungo runci yang digunakan sebagai aksesoris ini terdapat model bunga asli dan bunga sintetis. Warna bungo rinci adalah putih. Bungo rinci ini biasanya dirangkai dengan benang.

Pembuatan aksesoris lacak ini harus menggunakan karton pada bagian dalam agar dapat tegak berdiri.

Teratai Dada

Aksesoris berikutnya adalah Teratai Dada. Teratai dada adalah aksesoris yang berupa tutup dada berbentuk bunga teratai.

Pemakaian aksesoris ini adalah dengan dikalungkan di leher secara melingkar menyerupai kerah.

Gelang

Selanjutnya, aksesoris pakaian adat pria Jambi adalah gelang. Gelang ini dipakaikan di kedua tagan seorang pria.

Bahan yang digunakan untuk membuat aksesoris gelang ini adalah logam celupan dengan motif naga kuning.

Motif naga kuning pada gelang aksesoris ini memiliki makna bahwa seseorang yang memiliki kekuasaan tidak boleh diganggu.

Kain Songket

Kain songket yang digunakan sebagai aksesoris pakaian adat pria berupa selendang. Cara pemakaiannya adalah dengan dililitkan di bagian pinggul.

Kain songket tersebut didesain dengan warna merah jambu dan bagian ujung berwarna kuning berumbai. Aksesoris ini dipakai agar penampilan pria semakin menarik.

Sabuk Kuningan

Aksesoris pakaian pria berupa sabuk kuningan dipakai dengan cara dipasang melingkar di bagain pinggul.

Tujuan pemakaian aksesoris ini ada tiga, yaitu:

  1. Untuk memperkuat kain songket supaya tidak jatuh
  2. Untuk menyelipkan senjata tradisional dari Provinsi Jambi berupa keris
  3. Agar penampilan pria Jambi lebih menarik

Selempang

Selempang sebagai aksesoris pakaian adat pria ini terbuat dari kain songket. Aksesoris ini merupakan pasangan dari sarung yang melingkar dipinggul.

Aksesoris selempang ini biasanya didesain dengan warna merah keungu-unguan dan memiliki motif bunga berangkai.

Keris

Keris adalah senjata tradisional Jambi yang juga digunakan sebagai aksesoris pakaian adat untuk laki-laki.

Aksesoris keris ini dipasangkan pada sabuk yang terletak pada bagian pinggul atau perut dengan posisi serong ke kanan.

Selain sebagai aksesoris, keris juga berguna untuk berjaga-jaga dan sebagai lambang kebesaran bagi seorang laki-laki Jambi.

Selop

Aksesoris pria yang terakhir adalah selop. Aksesoris pakaian adat pria ini digunakan sebagai alas kaki.

Bentuk aksesoris selop adalah setengah sepatu. Fungsi dari aksesoris ini adalah untuk melindungi kaki ketika berjalan dan supaya terlihat rapi serta menawan.

6. Aksesoris Pakaian Adat Jambi Wanita

 

Tampilan seorang wanita akan lebih menarik ketika memakai pakaian adat dengan aksesoris-aksesoris sebagai berikut ini.

Duri Pandan

Duri Pandan merupakan salah satu aksesoris pakaian adat untuk kaum wanita Jambi. Fungsi dari aksesoris ini adalah sebagai penutup kepala.

Aksesoris ini terbuat dari bahan beludru berwarna merah dan dilengkapi dengan berbagai macam motif. Salah satu motif tersebut adalah bunga melati pecah.

Pada aksesoris penutup kepala ini terdapat hiasan berbentuk duri pandan yang berwarna kuning. Pada bagian depannya terbuat dari logam.

Pembuatan aksesoris duri pandan ini harus menggunakan karton pada bagian dalam agar dapat tegak berdiri.

Anting – Anting

Aksesoris berikutnya adalah anting-anting atau antan. Aksesoris yang digunakan oleh wanita Jambi ini didesan dengan motif kupu-kupu atau gelang banjar.

Kalung

Aksesoris pakaian adat yang berupa kalung memiliki tiga jenis. Tiga jenis tersebut adalah kalung tapak, kalung bertingkat (jayo), dan kalung rantai sembilan.

Gelang

Aksesoris pakaian adat wanita berikutnya adalah gelang. Gelang ini dipakai di bagian tangan dan kaki, baik kanan maupun kiri.

Gelang yang digunakan di bagian lengan adalah gelang kilat bahu berjumlah 2 buah, gelang kano, gelang ceper, dan gelang buku.

Adapun gelang yang digunakan di bagian kaki adalah gelang nago betapo dan gelang ular melingkar.

Cincin

Aksesoris berikutnya adalah cincin. Cincin ini digunakan untuk menghiasi jari-jari tangan kanan maupun kiri.

Aksesoris pakaian adat wanita berupa cinsin ini ada dua macam, yaitu cincin pacat kenyang dan cincin capung.

Teratai Dada

Aksesoris berikutnya adalah Teratai Dada. Teratai dada adalah aksesoris yang berupa tutup dada berbentuk bunga teratai.

Pemakaian aksesoris ini adalah dengan dikalungkan di leher secara melingkar menyerupai kerah.

Kain Songket

Kain songket yang digunakan sebagai aksesoris pakaian adat Jambi wanita berupa selendang. Cara pemakaiannya adalah dengan dililitkan di bagian pinggul.

Kain songket tersebut didesain dengan warna merah jambu dan bagian ujung berwarna kuning berumbai. Aksesoris ini dipakai agar penampilan pria semakin menarik.

Pending

Aksesoris pakaian wanita berupa pending dipakai dengan cara dipasang melingkar di bagain pinggul.

Tujuan pemakaian aksesoris ini ada dua, yaitu:

  1. Untuk memperkuat kain songket supaya tidak jatuh
  2. Agar penampilan wanita Jambi lebih menarik

Selop

Aksesoris pakaian adat wanita yang terakhir adalah selop. Aksesoris pakaian adat wanita ini digunakan sebagai alas kaki.

Bentuk aksesoris selop adalah setengah sepatu. Fungsi dari aksesoris ini adalah untuk melindungi kaki ketika berjalan dan supaya terlihat rapi serta menawan.

7. Pakaian Adat Jambi Baju Kurung Tanggung

 

Pakaian adat Jambi yang berrikutnya adalah Baju Kurung Tanggung. Pakaian ini dipakai oleh kaum pria maupun wanita Jambi.

Pakaian adat ini didesain dengan lengan tanggung agar pemakainya dapat cepat, tangkas, dan cekatan ketika melakukan sebuah pekerjaan.

Bahan yang digunakan untuk memproduksi pakaian adat Baju Kurung Tanggung ini adalah beludru yang berwarna merah.

Pada pakaian adat ini terdapat hiasan berupa sulaman benang emas dengan motif tagapo (bunga bertabur), kembang berangkai, dan kembang melati.

8. Pakaian Adat Jambi Cangge

 

Pakaian adat Cangge adalah pakaian pria berupa celana yang digunakan ketika sedang mengenakan Baju Kurung Tanggung.

Bahan yang digunakan untuk membuat Cangge adalah beludru berwarna merah.

Biasanya pada bagian pinggul dililitkan kain songket untuk menambah kesan mewah dan lebih menarik.

C. Keunikan Pakaian Adat Jambi

 

Terdapat beberapa keunikan pada pakaian adat Jambi. Apa saja keunikan pakaian adat tersebut? Yuk simak keterangan di bawah ini!

1. Identik dengan Melayu

Pakaian adat Jambi memiliki keidentikan yang sangat kuat dengan Melayu. Hal itu disebabkan karena masoritas masyarakat Jambi adalah Suku Melayu.

Salah satu keidentikan tersebut terlihat pada warna kuning emas yang pasti ada dalam setiap desain pakaian adat Jambi.

2. Selalu Ada Warna Kuning Emas

Warna kuning melambangkan keagungan kerajaan dalam budaya Melayu. Selain itu, beberapa masyarakat menganggap sebagai warna kejayaan dan pencapaian besar dalam sejarah kehidupan.

Warna emas juga mengesankan kemewahan dan sering dihubungkan dengan energi maskulin serta cahaya sang surya matahari yang terang.

3. Bahan Kain Beludru

Semua jenis pakaian adat Jambi terbuat dari bahan kain beludru karena memiliki keindahan tersendiri di mata masyarakat Jambi.

4. Menggunakan Penutup Dada

Pakaian adat Jambi untuk pria maupun wanita dilengkapi dengan penutup dada yang disebut dengan teratai dada.

Penutup dada ini digunakan melingkar di leher seperti kerah.

Biasanya teratai dada ini berwarna kuning keemasan yang digunakan oleh pria dan wanita.

6. Aksesoris yang Banyak

Salah satu keunikan pakaian adat ini dapat dilihat dari aksesorisnya yang banyak. Tujuan pemakaian aksesoris tersebut adalah untuk memberikan kesan mewah pada pakaian pria maupun wanita.

Beberapa aksesoris yang biasa digunakan adalah kalung, gelang, dan mahkota.

7. Kain Songket Berkualitas

Pakaian adat Jambi dilengkapi dengan kain songket yang dipakai melingkar di bagian pinggul. Kain songket tersebut dibuat menggunakan benang sutra yang berkualitas tinggi.

Demikian penjelasan dan keterangan mengenai pakaian adat Jambi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan bermanfaat untuk semua orang.

Terimakasih.

Avatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *