Flora Khas Sumatera

Flora Khas Sumatera – Sumatera memiliki banyak jenis flora dan fauna yang tersebar di seluruh penjuru pulau. Ada beberapa flora dan fauna yang merupakan ciri khas pulau ini.

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang beberapa flora khas Sumatera. Kamu bisa belajar dari contoh-contoh yang akan saya ulas berikut.

Adapun untuk fauna, kamu bisa buka artikel Fauna Khas Sumatera pada website ini juga. Selamat belajar ya.

Pengertian Flora

Secara sederhana, pengertian flora adalah tanaman. Secara umum, flora adalah semua jenis tumbuhan atau tanaman yang ada di dunia.

Flora memiliki jenis yang sangat banyak dan beragam. Bahkan jumlahnya tidak terhitung lagi. Beragam tumbuhan dan hewan tersebar di seluruh muka bumi. Baik di darat maupun di laut.

Istilah kata flora berasal dari bahasa latin. Yaitu dari kata flora yang memiliki arti “alamat tumbuhan dan nabatah”.

Flora dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman atau tumbuhan. Di dalam dunia tumbuhan, ada yang dinamakan flora endemic.

Flora endemic adalah sekelompok jenis tanaman yang hidup di daerah tertentu. Seperti flora daerah sumatera, flora jawa, flora endemic Kalimantan dan lain-lain.

Flora endemic pada suatu daerah memiliki jenis-jenis tertentu. Terkadang, flora di suatu daerah tidak dapat ditemukan di daerah lain.

Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki ciri khas tertentu. Seperti perbedaan iklim atau perbedaan cuaca.

Selain itu, jenis tanah juga mempengaruhi perbedaan pada tiap daerah. Contohnya seperti bunga melati yang merupakan flora endemic di Jawa.

Contoh Flora Khas Sumatera

1. Anggrek Tien Soeharto

Flora Khas Sumatera Anggrek Hartinah (Cymbidium Hartinahianum)

Salah satu jenis tumbuhan (jenis anggrek) yang endemik atau yang hanya tumbuh di Sumatera Utara adalah Anggrek Tien Soeharto atau sering juga disebut dengan Anggrek Hartinah (Cymbidium Hartinahianum). Inilah flora khas Sumatera yang pertama.

Habitatnya ditemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Tapanuli Utara (berbatasan dengan Kabupaten Dairi).

Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dari kota Medan melalui kota Sidikalang (ibukota Kabupaten Dairi) sejauh 400 km, selama lebih kurang 5 jam perjalanan.

Anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Rusdi E. Nasution, seorang peneliti dari Herbarium LBN/LIPI Bogor pada tahun 1976.

Ketika itu, anggrek ini tidak ditemukan dalam berbagai pusta maupun dalam koleksi.

Kemudian oleh peneliti tersebut bersama peneliti lainnya J. B. Comber memberi nama ilmiah Cymbidium Hartinahianum yang juga berarti anggrek Tien Soeharto pada hasil temuannya.

Penabalan nama Ibu Negara pada jenis anggrek ini merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam rangka pengembangan dunia peranggrekan di Indonesia.

2. Kantung Semar

Flora Khas Sumatera, Kantong semar atau dalam bahasa latinnya Nepenthes sp (dalam bahasa Inggris disebut Tropical pitcher plant)

Flora khas Sumatera berikutnya adalah kantong semar. Kantong semar atau dalam bahasa latinnya Nepenthes sp (dalam bahasa Inggris disebut Tropical pitcher plant) adalah jenis tanaman yang termasuk dalam famili monotipik.

Tanaman yang terdiri atas sedikitnya 103 spesies ini mempunyai keunikan karena hampir seluruhnya merupakan tanaman karnivora, pemakan daging.

Selain karnivora juga memiliki keunikan pada bentuk, ukuran, dan corak warna kantongnya.

Karenanya tidak sedikit orang yang memeliharanya. Namun keberadaan Kantong semar (Nepenthes) di habitat aslinya justru terancam kepunahan.

Bahkan juni 2009 silam, LIPI mengumumkan beberapa spesies Kantong semar (untuk menghindari perburuan, nama spesiesnya dirahasiakan) sebagai tanaman paling langka di Indonesia.

Jenis Spesies Kantong Semar (Nepenthes) di pulau Sumatera, Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia.

Dari sekitar 129 spesies kantong semar, 37 jenis diantaranya tumbuh di pulau Sumatera, Indonesia. Bahkan banyak diantaranya yang merupakan endemik Sumatera.

Jumlah spesies kantong semar di pulau Sumatera ini lebih banyak dibandingkan pulau Kalimantan (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) yang memiliki 36 jenis Nepenthes.

Kalimantan dan Sumatera merupakan dua pulau dengan ragam spesies Nepenthes alam terbesar di dunia.

3. Daun Sang

Daun Sang pertama kali ditemukan oleh Profesor Teijsman, seorang ahli botani dari Belanda

Yang ketiga, contoh flora khas Sumatera adalah Daun Sang. Daun Sang pertama kali ditemukan oleh Profesor Teijsman, seorang ahli botani dari Belanda. Menurut IUCN jenis tumbuhan ini telah masuk dalam Red Data Book sebagai jenis yang terancam punah.

4. Bunga Bangkai

Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum) ini tumbuh di Kawasan Taman Wisata/Cagar Alam Sibolangit

Contoh flora khas Sumatera yang keempat adalah bunga bangkai. Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum) ini tumbuh di Kawasan Taman Wisata/Cagar Alam Sibolangit.

Flora ini memberi pesona tersendiri karena selain keindahannya juga pertumbuhannya yang tinggi dan besar.

Itulah sebabnya disebut juga dengan nama Suweg Raksasa. Bunga yang tumbuh pada tahun1995, tingginya mencapai 210 cm.

Sedangkan sebelumnya tahun 1989 tingginya mencapai 150 cm. Dan diprediksi akan tumbuh lagi seterusnya di Taman Wisata Sibolangit.

Bunga Bangkai pertama kali ditemukan di Sibolangit pada tahun 1920-an. Adapun penemu pertama jenis bunga ini adalah Odoardo Beccari seorang pakar botani berkebangsaan Italia.

Ketika itu, tahun 1878, dalam perjalanannya di Kepahiang – Rejang Lebong (Bengkulu) ia menemukan tumbuhan bunga bangkai.

Kemudian oleh rekannya Prof. Giovanni Arcaneli dari Turki, diberi nama ilmiah Amorphophallus Titanum terhadap hasil temuan Beccari tersebut.

Sejak itu dunia botani mengenal bunga bangkai dengan nama Amorpophallus Titanum Beccari.

5. Bunga Kenanga

Bunga Kenanga (Cananga Odorata) merupakan tanaman asli Indonesia

Bunga Kenanga (Cananga Odorata) merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini satu suku dengan sirsak dan srikaya, yaitu suku Annonaceae.

Ditinjau dari sosok tanamannya, Bunga Kenanga ini dibedakan atas 2 jenis, yaitu: jenis pohon dan jenis perdu, akan tetapi, keduanya termasuk dalam spesies yang sama.

Tanaman Kenanga yang berbentuk pohon tingginya bisa mencapai 20-30 meter, sedangkan yang berbentuk perdu tingginya hanya mencapai 1-3 meter. Kenanga merupakan tanaman yang berpotensi cukup tinggi.

Secara tradisional, bunganya berfungsi sebagi bunga tabur di pemakaman, campuran bunga rampai atau sebagai hiasan pada sanggul wanita.

Bunga Kenanga juga dapat mendatangkan devisa, dari bunganya yang wangi terkandung minyak atsiri.

Selain itu bagian batangnya mempunyai nilai ekonomis, kayunya yang ukuran besar dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai perkakas rumah tangga, peti, dan sebagainya.

Sekaligus bunga kenanga menjadi contoh terakhir untuk flora khas Sumatera.

Jenis-Jenis Flora Khas Sumatera Kalimantan

Dikutip dari IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) Kelas VIII Jilid 2 oleh Nana Supriatna dkk., pada masa glasial (zaman es), wilayah Indonesia bagian barat pernah bersatu dengan daratan Asia.

Hal tersebut yang membuat flora Indonesia bagian barat atau dikenal dengan flora Sumatra-Kalimantan ini memiliki banyak persamaan dengan kondisi flora di berbagai wilayah Benua Asia lainnya

Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan memiliki iklim hujan tropis (tropis basah) dengan tingkat kelembapan udara, suhu udara, dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Oleh karena itu, jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Sumatra dan Kalimantan adalah hutan hujan tropis dengan variasi spesies (heterogen) dan tingkat kerapatan yang tinggi.

Selain itu, flora Sumatra-Kalimantan juga terdiri atas beberapa jenis vegetasi lainnya, antara lain hutan musim, hutan bakau, dan sabana tropis. Berikut penjelasannya.

1. Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis adalah hutan yang ditandai oleh rimba belantara dengan tumbuhan yang beraneka ragam.

Jenis ini memiliki tingkat kelembapan sangat tinggi, sehingga banyak dijumpai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan.

Hutan hutan tropis memiliki ciri-ciri pohon tinggi besar, berdaun lebar, dan banyak ditemukan belukar tropis. Hutan ini tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.

2. Hutan Musim

Hutan musim adalah hutan yang selalu menggugurkan daunnya ketika musim kemarau. Misalnya, pohon jati, pinus, dan cemara. Hutan jenis ini tersebar di beberapa daerah, seperti wilayah utara Pulau Jawa.

3. Hutan Bakau

Hutan bakau merupakan kelompok tumbuhan yang terletak di daerah pantai landai dan berlumpur yang berada dalam jangkauan pasang surut air laut.

Jenis vegetasi hutan ini terdiri atas vegetasi homogen dan memiliki akar penyangga serta napas yang terletak di atas permukaan air.

Hutan jenis ini tersebar di wilayah pantai Sumatra bagian timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur yang merupakan vegetasi khas pantai tropis.

4. Sabana Tropis

Sabana tropis adalah kelompok tumbuhan di daerah tropis yang merupakan padang rumput, tapi masih diselingi oleh beberapa pohon tegakan tinggi.

Jenis Sabana tropis banyak dijumpai di Pulau Bali, Jawa Timur bagian timur, dan dataran tinggi Aceh.

Sekian ulasan dan penjelasan terkait flora khas Sumatera. Semoga bermanfaat dan membantu ya.

Sumber artikel ini berasal dari beberapa website pendidikan.

 

Tinggalkan komentar