Cara Bersyukur atas Kenikmatan Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Yang Mahakaya. Berbagai macam kenikmatan Dia berikan kepada semua hambaNya di dunia ini. Tidak hanya orang beriman yang diberi nikmat, namun orang-orang yang tidak beriman kepadaNya pun juga diberi nikmat.

Sholawat serta salam selalu kita haturkan kepada tauladan hidup kita, Nabi Muhammad, dan para shahabat beliau serta seluruh umat beliau hingga hari Kiamat kelak.

Pada kesempatan ini, fokus topik yang akan saya bahas adalah tema “Kenikmatan dari Allah dan Cara Mensyukurinya”.

Salah satu nama mulia yang dimiliki oleh Allah adalah “Ar-Razzaq”. Dalam bahasa Indonesia kata tersebut memiliki arti Yang Maha Memberi Rezeki.

Dalam masalah rezeki, Allah tidak pernah membedakan antara orang yang patuh kepadaNya dengan orang yang membangkangNya. Siapapun yang hidup di dunia ini pasti diberi kenikmatan oleh Allah. Dan pada faktanya, banyak orang yang membangkang Allah juga memiliki harta yang melimpah.

Tidak ada kaitan antara iman kepada Allah dengan jumlah rezeki di dunia. Ada orang beriman yang kaya raya, namun ada juga yang miskin. Pun begitu juga halnya dengan orang nonmuslim, ada yang kaya raya dan ada yang miskin.

Terdapat beberapa macam kenikmatan yang Allah berikan kepada umat manusia di dunia ini. Contoh kenikmatan tersebut adalah harta, anggota badan, dan waktu. Semua manusia pasti memiliki tiga macam kenikmatan tersebut dengan porsi yang berbeda-beda.

Porsi kenikmatan semua manusia sudah ditetapkan sejak sebelum lahir, yaitu ketika masih bebentuk janin di rahim seorang ibu. Dalam hadits riwayat Abdullah bin Mas’ud disebutkan bahwa ketetapan rezeki manusia ditulis sejak masih berada di perut ibunya pada usia 120 hari.

Sebagaimana yang telah saya bahas di atas, porsi kenikmatan setiap manusia berbeda-beda. Sebagai manusia, mungkin kita menganggap perbedaan porsi rezeki tersebut merupakan hal yang sulit diterima oleh akal kita. Bahkan beberapa orang menganggap Allah tidak adil dalam membagi rezeki.

Akan tetapi, kita juga harus percaya bahwa Allah merupakan Dzat Yang Mahaadil. Semua takaran porsi rezeki yang diberikan kepada manusia memang berbeda-beda, namun justru di situlah letak keadilan Allah.

Kita tidak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi ketika porsi rezeki manusia disamaratakan. Jika semua orang diberi rezeki yang melimpah ruah, lalu kepada siapa mausia bisa bersedekah? Pun begitu juga sebaliknya, jika semua manusia diberi rezeki yang terbatas, lalu kepada siapa mereka menunggu uang gajian?

Sebagai hamba Allah yang baik, kita harus menerima porsi rezeki dari Allah dengan lapang dada. Banyak ataupun sedikit tidak akan menjadi masalah jika kita memahami konsep cara mensyukuri kenikmatan Allah.

Saya akan sedikit menjelaskan konsep cara mensyukuri kenikmatan Allah. Bersyukur adalah tentang bagaimana kenikmatan Allah itu bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sebagai contoh, saya akan meggunakan kenikmatan Allah berupa waktu.

Ada dua orang manusia, yang  pertama adalah Nabi Muhammad, sedangkan yang kedua adalah Abu Lahab. Kita akan melihat bagaimana cara Nabi Muhammad dan Abu Lahab menggunakan waktu dalam kehidupan ini.

Nabi Muhammad diberikan umur yang tidak terlalu panjang oleh Allah. Beliau diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul pada usia 40 tahun, kemudian wafat pada usia 63 tahun. Artinya, Nabi Muhammad hanya memiliki waktu selama 23 tahun sebagai Nabi dan Rasul.

Dalam waktu yang singkat tersebut Nabi Muhammad berdakwah kepada umatnya. Perjuangan demi perjuangan beliau lewati dengan sabar. Berbagai tantangan dakwah beliau hadapi. Hingga pada akhirnya, saat ini kita dapat menyaksikan sendiri buah perjuangan beliau.

Dua puluh tiga tahun dakwah Nabi Muhammad membuahkan manfaat yang luar biasa. Setiap kebaikan yang dilakukan oleh umat beliau memberikan pahala tambahan kepada beliau. Bayangkan berapa pahala yang akan beliau dapatkan kelak di akhirat? Dan satu hal lagi, beliau selalu didoakan oleh seluruh umat Islam dengan sholawat mereka.

Adapun orang kedua, yaitu Abu Lahab, adalah paman Nabi Muhammad. Dia adalah salah satu musuh umat Islam. Hampir setiap hari dalam kehidupannya dia gunakan untuk mengganggu Nabi Muhammad dan menghalangi dakwahnya.

Dalam beberapa sejarah disebutkan kisah tragis kematian Abu Lahab. Dia mati pada hari ke-7 setelah selesai perang Badar. Berawal dari sakit yang dialaminya sehingga menyebabkan kematian. Mayatnya membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Satu hal lagi, Allah melaknatnya dengan keras. Bahkan, Allah menurunkan satu surat khusus untuk mengabadikan laknat tersebut, yaitu surat Al-Lahab. Setiap kali surat itu dibaca oleh seseorang maka laknat untuk Abu Lahab akan semakin keras.

Dua kisah di atas adalah contoh perbedaan sikap dalam menggunakan kenikmatan waktu. Masa hidup Nabi Muhammad berbuah kebaikan, sedangkan kehidupan Abu Lahab berbuah kesengsaraan.

Kisah di atas juga mengajarkan kepada kita cara mensyukuri kenikmatan dari Allah, yaitu dengan cara menjadikan kenikmatan Allah sebagai sarana berbuat kebaikan.

Apapun kenikmatan yang Allah berikan, dan seberapapun kenikmatan tersebut, jadikanlah sebagai sarana untuk berbuat kebaikan. Dengan cara inilah kita mensyukuri kenikmatan Allah.

Sekian dahulu materi Imtaq kali ini, semoga dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat.

الحمد لله رب العالمين

Avatar

One Reply to “Cara Bersyukur atas Kenikmatan Allah”

  1. MasyaAllah lanjutkan Ust!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *